Thailand Pertimbangkan Turis Tak Wajib Karantina saat Pandemi

Pemerintah Thailand mempertimbangkan turis yang sudah divaksin tak ikut karantina wajib.


Thailand dapat membatalkan karantina wajib selama dua minggu bagi pengunjung asing dengan bukti sudah divaksin Covid-19. Langkah ini sebagai upaya menghidupkan kembali industri pariwisata yang dilanda pandemi.

Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha mengatakan pemerintahnya akan mempertimbangkan untuk mengizinkan pengunjung yang dapat menunjukkan sertifikat vaksinasi untuk tidak ikut karantina wajib. Selain itu pihak berwenang akan membuat rencana untuk melacak para turis selama tinggal di Thailand.

Rencana untuk melonggarkan aturan bagi wisatawan menandakan perubahan sikap Thailand setelah berbulan-bulan bersikeras bahwa semua pengunjung harus tetap ikiut karantina tanpa adanya cukup bukti bahwa suntikan dapat mencegah penularan virus. Jika diterapkan, langkah tersebut dapat meningkatkan sektor pariwisata Thailand yang menyumbang sekitar seperlima dari ekonomi negara sebelum pandemi.

"Jika ini berjalan sesuai rencana, hal ini akan menjadi dorongan besar bagi pariwisata dan ekonomi," kata ekonom Pusat Penelitian Kasikorn, Nattaporn Triratanasirikul.

Nattaporn menambahkan pemerintah mungkin perlu mempertimbangkan masalah kesehatan juga. "Masih ada ketidakpastian yang sangat tinggi tentang prospek ekonomi tahun ini, menunggu semua masalah yang terkait dengan wabah dari infeksi lokal, peluncuran vaksin dan rencana pembukaan kembali perbatasan."


Bank sentral telah memilih pemulihan yang tidak pasti dalam kedatangan wisatawan sebagai "risiko utama" untuk prospek pertumbuhan jangka menengah. Gubernur Bank Thailand Sethaput Suthiwartnarueput mengatakan akan sangat sulit bagi ekonomi untuk kembali ke tingkat sebelum pandemi tanpa pariwisata.

Perekonomian saat ini adalah yang paling menyusut sejak 1998. Tahun ini akan tumbuh "pada tingkat yang lebih rendah" dari proyeksi bank sentral.

Sementara Thailand telah membuka kembali perbatasannya untuk sebagian besar pengunjung asing sejak Oktober. Aturan karantina yang ketat membuat sebagian besar wisatawan menjauh.

Industri lokal telah menyerukan pelonggaran aturan karantina untuk menarik wisatawan dari negara-negara yang telah memulai peluncuran vaksin, seperti China, Singapura, dan Inggris.

Saham operator hotel dan restoran Thailand dan Bandara Thailand Pcl naik pada hari Selasa karena investor menyambut pelonggaran pembatasan yang diberlakukan untuk mengekang gejolak infeksi baru dan persetujuan vaksin Sinovac.

Thailand hari ini menerima dosis vaksin pertamanya pada hari ini (24/2) dan memulai program inokulasi nasional seminggu ke depan.

Thailand hari ini menerima dosis vaksin pertamanya pada hari ini (24/2) dan memulai program inokulasi nasional seminggu ke depan.

Thailand berencana menginokulasi 50% populasinya pada akhir tahun ini. Thailand juga telah menyetujui vaksin AstraZeneca untuk penggunaan darurat.

Thailand telah memesan 61 juta dosis vaksin AstraZeneca untuk diproduksi secara lokal oleh Siam Bioscience melalui transfer teknologi.

Thailand akan mengizinkan pendaftaran dan impor beberapa merek vaksin Covid-19 selama memenuhi peraturan setempat. Rumah sakit swasta akan diizinkan memberikan suntikan. Pemerintah akan mengontrol distribusi vaksin hanya pada tahap awal.

"Banyak perusahaan telah menunjukkan minat untuk mendaftar tetapi dokumen mereka belum lengkap," kata Jenderal Prayut. "Ini bagus bahwa kami akan memiliki lebih banyak vaksin daripada 65 juta dosis yang direncanakan oleh pemerintah sekarang," kata PM Prayuth. (Bangkok Post)

Share: