Aturan baru mencakup metode pengujian tambahan dan batas alkohol dalam darah yang direvisi untuk berbagai kelompok usia.
Bangkok, Suarathailand- Pemerintah Kerajaan Thailand telah mengumumkan peraturan baru untuk pengujian alkohol bagi pengemudi, memperkenalkan langkah-langkah yang lebih ketat untuk memerangi mengemudi dalam keadaan mabuk.
Kriteria yang diperbarui yang dipublikasikan dalam Lembaran Negara mencakup metode pengujian tambahan dan batas alkohol dalam darah yang direvisi untuk berbagai kelompok usia.
Selain tes breathalyser, tes urine dan darah kini dapat dilakukan pada pengemudi di bawah usia 20 tahun, mereka yang memiliki SIM sementara, dan pengemudi di atas usia 50 tahun.

Peraturan Menteri tentang Pengujian Kandungan Alkohol pada Pengemudi menguraikan prosedur untuk melakukan pengujian ini dan menetapkan batas legal untuk kandungan alkohol dalam darah.
Berdasarkan peraturan baru, pengemudi yang kadar alkohol dalam darah (Blood Alcohol Content/BAC) melebihi 20 miligram per desiliter akan dianggap mabuk jika mereka berusia di bawah 20 tahun, memegang SIM sementara, mengemudikan kendaraan yang SIM-nya tidak berlaku, atau mengemudi tanpa SIM atau dengan SIM yang ditangguhkan atau dicabut. Bagi pengemudi berusia di atas 50 tahun, batas legal adalah 50 miligram per desiliter.
Peraturan tersebut juga menetapkan prosedur pengumpulan sampel urin dan darah serta metode pengukuran kadar alkohol. Hasil pengujian ini akan dibandingkan dengan kadar alkohol dalam darah sebagai tolok ukur.
Penerapan peraturan yang lebih ketat ini bertujuan meningkatkan keselamatan jalan raya dan mengurangi jumlah kecelakaan yang disebabkan oleh mengemudi dalam keadaan mabuk di Thailand.
Dasar Hukum dan Penerapan
Peraturan baru ini didasarkan pada amandemen Undang-Undang Lalu Lintas Darat B.E. 2522 (1979) dan menggantikan peraturan menteri sebelumnya dari tahun 1994 dan 2017. Perubahan tersebut bertujuan untuk meningkatkan keselamatan jalan raya dan mengurangi insiden lalu lintas terkait alkohol di Thailand.
Perdana menteri mengesahkan peraturan ini pada tanggal 3 September, diikuti dengan penerbitan Royal Gazette pada tanggal 20 September.
Seiring dengan upaya Thailand untuk mengatasi masalah keselamatan jalan raya, kriteria pengujian alkohol yang direvisi ini merupakan langkah signifikan menuju penegakan hukum yang lebih ketat terhadap undang-undang mengemudi dalam keadaan mabuk.
Pengenalan berbagai metode pengujian dan batasan kadar alkohol dalam darah (BAC) khusus usia menunjukkan komitmen pemerintah untuk mengurangi kecelakaan lalu lintas terkait alkohol dan meningkatkan keselamatan jalan secara keseluruhan di kerajaan tersebut.




