Thailand Larang Makan di Penerbangan Domestik Cegah COVID-19

Selain melarang makanan dan minuman, maskapai penerbangan di Thailand juga akan berhenti membagikan koran dan majalah.


Otoritas Penerbangan Sipil Thailand (EKAT) telah mengumumkan larangan makan dan minum di penerbangan domestik. Kebijakan baru akan mulai berlaku pada Malam Tahun Baru. Dengan penerbangan domestik terlama yang memakan waktu dua jam, situasi ini tidak akan menimbulkan ketidaknyamanan yang besar bagi penumpang.

Pihak berwenang berharap langkah ini akan mengurangi penyebaran virus corona. Selain melarang makanan dan minuman, maskapai penerbangan di Thailand juga akan berhenti membagikan koran dan majalah.

Meskipun larangan akan berlaku untuk semua penerbangan di Thailand, pengecualian akan dilakukan selama keadaan darurat. Dalam skenario ini, awak pesawat diinstruksikan untuk melayani air di dapur atau "sejauh mungkin dari penumpang lain".

Meskipun larangan akan berlaku untuk semua penerbangan di Thailand, pengecualian akan dilakukan selama keadaan darurat.

Kebijakan baru ini sejalan dengan kebijakan yang diberlakukan oleh maskapai penerbangan utama AS pada awal pandemi. 

Beberapa maskapai penerbangan, termasuk Delta, American dan JetBlue, melarang penyajian alkohol pada penerbangan domestik dan jarak pendek untuk mendorong pemakaian masker dan jarak sosial. 

Thailand adalah negara pertama di luar China yang melaporkan kasus virus korona dan sejak itu melaporkan 6.690 kasus dan 61 kematian, yang secara signifikan lebih rendah daripada negara tetangganya dan sebagian besar negara maju. 

Situasi seperti itu sebagian besar disebabkan oleh respons cepat Thailand, termasuk menyaring wisatawan dan mengkarantina mereka yang memiliki gejala. 

Pelacakan dan pengujian kontrak juga telah menjadi bagian dari strategi sukses Thailand untuk menahan virus. 

Kebijakan terbaru yang melarang makanan dan minuman dalam penerbangan ini merupakan kelanjutan dari upaya tersebut.

Pada akhirnya, kebijakan ini tidak akan menjadi ketidaknyamanan yang besar bagi wisatawan di Thailand, karena sebagian besar penerbangan tidak akan lebih dari dua jam. 

Namun, hal itu dapat membantu upaya negara yang berhasil untuk menahan pandemi dan memastikan bahwa perjalanan domestik terus aman untuk semua. (The Points Guy)

Share: