Thailand mengirim oksigen medis ke India untuk membantu jumlah pasien Covid-19 yang melonjak.
Thailand mengirim oksigen medis ke India untuk membantu jumlah pasien Covid-19 yang melonjak. Hal ini dilaporkan Kementerian Dalam Negeri Thailand Selasa (27/8).
India dilaporkan akan menerbangkan wadah oksigen kosong ke Thailand dengan pesawat angkut Angkatan Udara India (IAF).
"Angkatan Udara India juga akan mengangkut kontainer oksigen dari Bangkok ke India. Bantuan oksigen dari Thailand ini akan meningkatkan ketersediaan oksigen di tengah lonjakan COVID19 di India," kata juru bicara kementerian dalam negeri Thailand dalam sebuah twitter.
Dalam tweet lain, kementerian dalam negeri Thailand mengatakan, "Pesawat angkut IAF C17 bersiap untuk mengangkut lebih banyak kontainer oksigen kosong dari Singapura hari ini. Kontainer ini selanjutnya akan meningkatkan ketersediaan oksigen di negara itu mengingat lonjakan Covid-19 saat ini. Angkutan udara sedang dilakukan koordinasi. "
Pengiriman pertama wadah oksigen kosong diangkut dari Singapura pada hari Sabtu. Batch kontainer lain dibawa dari Dubai pada hari Senin (26/4).
Ketiga pesawat yang membawa kontainer itu mendarat di Benggala Barat. Dari sana, mereka dibawa ke lokasi penghasil oksigen untuk diisi dan untuk transportasi selanjutnya ke daerah-daerah dengan kebutuhan tinggi, kebanyakan melalui kereta api khusus.
India sedang berjuang dengan gelombang kedua pandemi virus korona dan rumah sakit di beberapa negara bagian mengalami kekurangan oksigen medis dan tempat tidur karena jumlah kasus meningkat.
Jumlah kasus COVID-19 di negara itu meningkat menjadi 1.76.36.307 pada hari Selasa (27/4) dengan 3.23.144 lebih orang dinyatakan positif mengidap penyakit virus. Korban tewas naik menjadi 1.97.894 sementara 2.771 lebih kematian tercatat.
Sejak 23 April, kementerian dalam negeri India telah mengoordinasikan upaya untuk mengerahkan tangki dan wadah oksigen kosong di berbagai stasiun pengisian bahan bakar di seluruh negeri untuk mempercepat distribusi oksigen yang menyelamatkan jiwa. (Economistimes)




