Thailand Kirim 20 Ribu Ton Pelet Singkong ke Arab Saudi

Langkah ini menandai awal masuknya Thailand ke pasar pakan ternak Timur Tengah, yang menyediakan jalur baru untuk ekspor singkong.


Bangkok, Suarathailand- Pengiriman pelet singkong pertama Thailand mencapai Arab Saudi, membuka pintu ke pasar Timur Tengah dan meningkatkan pendapatan petani.

Thailand telah berhasil mengekspor pelet singkong pertamanya ke Arab Saudi, menandai tonggak bersejarah bagi ekspor pertanian negara tersebut. Sebanyak 20.000 ton Pelet Keras telah dikirim ke pelabuhan Dammam di Arab Saudi, menyusul kunjungan delegasi bisnis ke wilayah tersebut pada Mei 2025. 

Langkah ini menandai awal masuknya Thailand ke pasar pakan ternak Timur Tengah, yang menyediakan jalur baru untuk ekspor singkong.

Arada Fuangtong, Direktur Jenderal Departemen Perdagangan Luar Negeri, Kementerian Perdagangan, menekankan bahwa pengiriman ini merupakan bagian dari strategi yang lebih luas untuk mendiversifikasi pasar ekspor dan mengurangi ketergantungan pada satu pasar tunggal. 

Pemerintah Thailand berencana memperluas ekspor singkong ke negara-negara Timur Tengah lainnya, mengingat kawasan ini sebagai pasar yang sangat potensial. Peningkatan ekspor ini akan membantu meningkatkan harga singkong bagi petani Thailand.

“Dengan memasuki pasar Arab Saudi, kami telah membuka pintu pertama bagi singkong Thailand untuk menembus industri pakan ternak di Timur Tengah, menciptakan peluang signifikan bagi industri singkong Thailand dan mendorong pasar tanaman ini secara keseluruhan,” ujar Arada. “Kami akan terus memperluas ekspor ke pasar-pasar potensial lainnya di kawasan ini, dengan fokus pada industri seperti makanan, minuman, pakan ternak, kertas, dan perekat.”

Produk singkong Thailand dikenal karena kualitasnya yang tinggi dan status non-GMO-nya, sehingga sangat diminati di seluruh dunia. 

Upaya pemerintah untuk memperluas jalur pasar diharapkan dapat memperkuat posisi Thailand di kancah perdagangan global, meningkatkan daya tawar eksportir lokal, dan meningkatkan pendapatan petani, yang pada akhirnya akan menguntungkan perekonomian Thailand dalam jangka panjang.

Share: