Thailand Kendalikan 2 Kasus Cacar Monyet di Penjara, 49 Orang Diawasi

>Dua kasus Mpox baru telah dikonfirmasi di antara kontak dekat setelah penyelidikan atas kematian baru-baru ini di sebuah penjara.

>Sebanyak 49 kontak berisiko tinggi, termasuk narapidana dan relawan kesehatan, telah ditempatkan di bawah periode isolasi dan observasi selama 21 hari.

>Pihak berwenang telah menerapkan langkah-langkah penahanan yang ketat, termasuk mempercepat vaksinasi untuk kelompok berisiko tinggi dan membatasi wabah ke satu zona.

>Departemen Pengendalian Penyakit telah menegaskan bahwa situasi saat ini terkendali di dalam penjara dan sedang dikelola secara sistematis.

Bangkok, Suarathailand- Departemen Pengendalian Penyakit (DDC), bekerja sama dengan Departemen Pemasyarakatan, mengunjungi sebuah penjara untuk menyelidiki wabah Mpox setelah dilaporkan adanya kematian.

Baru-baru ini, dua kontak dekat tambahan dinyatakan positif.

Pihak berwenang mempercepat vaksinasi untuk kelompok berisiko tinggi dan telah menerapkan langkah-langkah pengendalian ketat selama 21 hari, yang menegaskan bahwa situasi tetap terkendali.

Memantau Situasi Mpox di Penjara Secara Ketat; Kasus Baru Ditemukan

Dr. Montien Kanasawat, Direktur Jenderal DDC, mengungkapkan pada hari Rabu (18 Februari) perkembangan investigasi mendalam terhadap wabah Mpox di penjara.

Investigasi tersebut mengidentifikasi total 49 kontak berisiko tinggi, terdiri dari narapidana dan Relawan Kesehatan Penjara (PHV) yang merawat pasien yang meninggal selama masa isolasi.

Hasil tes laboratorium mengkonfirmasi keberadaan virus Mpox pada 2 kontak dekat tambahan, dengan rincian sebagai berikut:

Kelompok Terinfeksi: Relawan Kesehatan Penjara.

Gejala: Ringan; umumnya dalam keadaan sehat dengan ruam pustular ringan.

Perawatan: Dirawat di Lembaga Pemasyarakatan Medis.

Kontak Lain: Saat ini menjalani masa isolasi dan observasi selama 21 hari sesuai dengan langkah-langkah pengendalian penyakit.


Tindakan Ketat oleh Departemen Pemasyarakatan

Letkol Polisi Prawut Wongsinin, Direktur Jenderal Departemen Pemasyarakatan, menyatakan bahwa tindakan pencegahan di dalam penjara telah ditingkatkan secara ketat untuk mencegah penyebaran ke zona lain, sebagai berikut:

Pembatasan Area: Saat ini, pasien hanya ditemukan di Zona 6. Tidak ada penyebaran ke zona lain yang terdeteksi.

Pemeriksaan: Pemeriksaan kesehatan untuk kelompok berisiko tinggi dilakukan dua kali sehari.

Penyesuaian Kunjungan: Kunjungan tatap muka telah diubah menjadi sistem komunikasi jarak jauh (online).

Kebersihan: Pembersihan terus-menerus pada titik-titik sentuh dan tempat tinggal dilakukan, meskipun pengujian lingkungan di 10 lokasi utama tidak mendeteksi adanya materi genetik virus.

Dukungan Vaksin dan Obat TPOXX untuk Kasus Berat
Dr. Niti Haetanurak, Wakil Direktur Jenderal DDC, menambahkan mengenai dukungan kesehatan masyarakat bahwa vaksin Mpox telah didistribusikan kepada kelompok berisiko tinggi dan tenaga medis:

Vaksinasi: 21 narapidana dan 24 tenaga medis (tidak ada efek samping yang dilaporkan).

Pengobatan: Persiapan untuk mendukung pengobatan Tecovirimat (TPOXX) untuk pasien dengan imunodefisiensi atau gejala berat.

Pemantauan Pasca-Pembebasan: Untuk narapidana berisiko tinggi yang telah dibebaskan, koordinasi dengan Kantor Kesehatan Masyarakat Provinsi (PPHO) tujuan telah dilakukan untuk pengawasan berkelanjutan.

Ringkasan Situasi: DDC menegaskan bahwa situasi Mpox saat ini di penjara "masih terkendali," dapat dikelola secara sistematis, dan melibatkan kerja sama terpadu dari semua sektor untuk mencegah penyebaran virus ke luar.

Share: