Langkah ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang menjadikan Thailand sebagai hub kendaraan listrik di kawasan Asia-Pasifik.
Jaringan publik-swasta baru telah diciptakan untuk mengembangkan baterai yang dapat ditukar untuk kendaraan listrik kecil sejalan dengan tujuan pemerintah untuk menjadikan negara ini sebagai pusat kendaraan listrik.
Jaringan publik-swasta baru-baru ini diluncurkan untuk mempromosikan kerja sama dalam mengembangkan teknologi pembuatan baterai standar yang dapat ditukar untuk kendaraan listrik kecil (EV).
Perkembangan ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang menjadikan Thailand sebagai hub kendaraan listrik di kawasan Asia-Pasifik.

Penelitian dan Inovasi Sains Thailand (TSRI), sebuah lembaga di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, Penelitian dan Inovasi (MHESI), mengumumkan kerjasama dengan Asosiasi Teknologi Penyimpanan Energi Thailand (TESTA) pada Forum Penyimpanan Energi Internasional 2024 di Bangkok pada 5 Juli.
Supachai Jaisamut, penasihat Menteri Dalam Negeri Anutin Charnvirakul, mengatakan jaringan publik-swasta ini adalah bagian dari kebijakan pemerintah “MHESI untuk EV”, yang bertujuan untuk mempromosikan kementerian sebagai lembaga pusat dalam mengembangkan teknologi baru dan inovasi untuk meningkatkan EV di negara tersebut. industri.
Kebijakan tersebut mencakup tiga aspek utama, yaitu pengembangan sumber daya manusia, memfasilitasi transisi dari kendaraan bermesin pembakaran internal ke kendaraan listrik, serta penelitian dan pengembangan untuk meningkatkan rantai nilai industri kendaraan listrik.
Supachai mengatakan TSRI dan TESTA keduanya akan berperan sebagai pemimpin jaringan, terdiri dari lembaga-lembaga lain baik dari sektor publik maupun swasta yang akan menyumbangkan keahlian dan pengalaman mereka dalam inovasi teknologi.
Mereka adalah Badan Pengembangan Sains dan Teknologi Nasional (NSTDA), Kantor Dewan Kebijakan Pendidikan Tinggi Nasional, Sains, Penelitian dan Inovasi (NXPO), Institut Otomotif Thailand, Asosiasi Kendaraan Listrik Thailand (EVAT), Otoritas Pembangkit Listrik Thailand (EGAT) ) dan operator bisnis terkait kendaraan listrik.
Pongpan Kaewtatip, wakil direktur TSRI, mengatakan kolaborasi ini bertujuan mengembangkan baterai yang dapat ditukar dengan lebih efisien untuk kendaraan listrik kecil, terutama sepeda motor, untuk mendukung produsen kendaraan listrik dalam negeri serta operator stasiun pengisian/penukaran baterai kendaraan listrik secara nasional.
“Kami juga bertujuan mengembangkan teknik pembuangan baterai baru sesuai dengan peraturan yang ditetapkan oleh Komite Kebijakan Kendaraan Listrik Nasional [dewan EV],” katanya. “Hal ini akan membantu Thailand bersiap menghadapi pertumbuhan kendaraan tanpa emisi yang diperkirakan menyumbang 30% dari produksi otomotif dalam negeri pada tahun 2030.”




