Thailand kecam serangan yang disengaja oleh Kamboja terhadap warga sipil di wilayah Thailand dan melaporkan empat warga desa terluka akibat pecahan roket BM-21 di Ban Sao Thong Chai, distrik Kantharalak, Sisaket, pada 13 Desember.
Sisaket, Suaratailand- Pusat Pers Gabungan di situasi perbatasan Thailand-Kamboja pada hari Sabtu mengeluarkan pernyataan yang menyatakan bahwa Pemerintah Kerajaan Thailand mengutuk keras serangan yang disengaja oleh Kamboja terhadap warga sipil di wilayah Thailand.

Serangan tersebut telah menyebabkan luka parah pada orang-orang yang tidak bersalah, penghancuran harta benda sipil, dan ketakutan yang meluas di kalangan penduduk.
Pernyataan tersebut menekankan tindakan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap prinsip-prinsip dasar Hukum Kemanusiaan Internasional, termasuk prinsip pembedaan antara sasaran militer dan sasaran sipil, dan larangan serangan terhadap warga sipil dan sasaran sipil, yang merupakan kewajiban yang mengikat semua Negara berdasarkan hukum internasional.
Thailand menegaskan bahwa warga sipil dan masyarakat yang terkena dampak tidak terlibat dalam aktivitas militer apa pun, dan bahwa serangan yang ditujukan ke daerah sipil tidak dapat diterima dalam keadaan apa pun.
Pemerintah Thailand mendesak pihak yang bertanggung jawab untuk:
-Segera menghentikan semua serangan terhadap warga sipil
-Sepenuhnya mematuhi kewajiban kemanusiaan dan hukum internasional
-Bertanggung jawab atas kerugian yang ditimbulkan pada warga sipil yang tidak bersalah
Thailand juga berhak untuk mengambil semua tindakan yang diperlukan berdasarkan hukum internasional untuk melindungi rakyat dan kedaulatannya, dan menyerukan kepada masyarakat internasional untuk memantau situasi dengan cermat dan menjunjung tinggi prinsip-prinsip kemanusiaan tanpa pengecualian.
Laporan korban luka akibat tembakan roket BM-21 di Sisaket
Pusat Pers Gabungan juga merilis laporan terperinci tentang warga sipil yang terluka ketika roket BM-21 mendarat di Ban Sao Thong Chai, distrik Kantharalak, provinsi Sisaket, pada 13 Desember:
-09.14 WIB – Bapak Kaeo Kinnara (kasus kuning):
Terkena pecahan peluru dari roket BM-21 saat berlindung di bunker. Roket tersebut mendarat di depan bunker. Ia mengalami patah tulang lengan kanan.
-09.18 – Bapak Ramphai Suwannasin (kasus kuning):
Terkena pecahan peluru dari roket BM-21 saat berlindung di dalam bunker. Roket tersebut mendarat di depan bunker. Ia mengalami luka di bagian belakang kepala, kehilangan kesadaran, tetapi kemudian sadar kembali dan dapat mengingat kejadian tersebut.
-09.20 – Bapak Khomsan Sri-uan (kasus hijau):
Terkena pecahan peluru dari roket BM-21 saat berlindung di dalam bunker. Roket tersebut mendarat di depan bunker. Ia terluka di bagian belakang leher dan mengalami mati rasa di wajah.
-09.20 – Bapak Seri Patinsee (kasus hijau):
Terkena pecahan peluru dari roket BM-21 saat berlindung di dalam bunker. Roket tersebut mendarat di depan bunker. Ia mengalami pembengkakan di kepala akibat pecahan ledakan.
Insiden-insiden ini dikutip oleh pihak berwenang Thailand sebagai bukti lebih lanjut tentang dampak kemanusiaan yang serius dari serangan-serangan yang terus berlanjut terhadap daerah-daerah sipil di sepanjang perbatasan Thailand-Kamboja.




