Konflik Timteng juga berdampak berdampak langsung pada kesejahteraan dan kehidupan pekerja Thailand di kawasan tersebut, kata departemen itu.
Bangkok, Suarathailand- Departemen Ketenagakerjaan telah menangguhkan sementara pengiriman pekerja Thailand ke Timur Tengah di tengah meningkatnya ketegangan regional, karena Iran menghadapi risiko serangan baru.
Departemen Ketenagakerjaan Thailand telah mengumumkan penangguhan sementara pengiriman pekerja Thailand ke Timur Tengah, dengan alasan memburuknya kerusuhan di kawasan tersebut dan meningkatnya kekhawatiran atas keselamatan dan kesejahteraan warga negara Thailand yang bekerja di sana.
Badan tersebut mengatakan langkah ini menyusul laporan serangan terhadap Teheran oleh Israel dan Amerika Serikat pada pagi hari tanggal 28 Februari, serta meningkatnya ketegangan yang berasal dari serangan balasan oleh Iran terhadap situs-situs strategis utama AS di seluruh Timur Tengah.
Konflik yang meningkat ini telah berdampak langsung pada kesejahteraan dan kehidupan pekerja Thailand di kawasan tersebut, kata departemen itu.
Akibatnya, Departemen Ketenagakerjaan telah memerintahkan penghentian sementara pengiriman pekerja Thailand ke Timur Tengah melalui semua jalur perjalanan hingga situasi mereda atau instruksi lebih lanjut dikeluarkan.
Larangan tersebut mencakup Israel, Arab Saudi, Qatar, Kuwait, Lebanon, Bahrain, Yordania, Uni Emirat Arab, Oman, Siprus, Yaman, dan Iran.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri telah mengeluarkan peringatan keamanan tingkat tertinggi melalui Kedutaan Besar Kerajaan Thailand di Teheran, memperingatkan bahwa Iran menghadapi risiko gelombang serangan baru yang bahkan bisa lebih parah daripada serangan sebelumnya.
Daerah yang dianggap berisiko paling tinggi adalah provinsi Hormozgan, Bushehr, dan Khuzestan, serta kota Bandar Abbas.
Sebagai tanggapan, Kementerian Luar Negeri telah memerintahkan evakuasi mendesak tiga pekerja dari Bandar Abbas dan memperingatkan warga negara Thailand untuk tidak bepergian ke daerah berisiko tinggi dalam keadaan apa pun.
Kementerian juga mendesak masyarakat untuk tidak lengah, memantau perkembangan dengan cermat, selalu siap untuk evakuasi, dan memastikan data registrasi mereka selalu diperbarui.




