Para migran yang ditangkap akan menjalani proses hukum lebih lanjut untuk menentukan status dan tindakan yang tepat.
Polisi Thiland mencegat empat bus wisata dala operasi mengungkap penyelundupan hampir 100 migran ilegal untuk memasuki negara tersebut. Dua penumpang Thailand yang kebingungan mendapati diri mereka dikelilingi oleh orang-orang yang bukan penutur bahasa Thailand.
Polisi Highway, di bawah komando Siriraj Sukanmala, kemarin, 4 Juni, pukul 12.10 pagi, menerima intelijen tentang migran ilegal yang bepergian di Highway 101. Petugas mengidentifikasi dan menghentikan empat bus yang ditargetkan untuk diperiksa.
Karena keterbatasan tenaga, tiga bus langsung dicegat, sedangkan bus keempat dihentikan oleh Dinas Jalan Raya Uttaradit.
Bus-bus tersebut adalah gerbong penumpang jarak jauh yang melakukan perjalanan dari Mae Sai dan Chiang Rai ke Bangkok. Upaya terkoordinasi dengan petugas imigrasi dan polisi setempat di Provinsi Phrae menghasilkan pemeriksaan menyeluruh terhadap bus-bus tersebut.
Bus pertama membawa 41 penumpang, termasuk dua warga negara Thailand. Di antara 39 warga negara Myanmar, hanya sepuluh yang memiliki dokumen yang lengkap, sementara 29 orang tidak memiliki surat izin masuk yang sah.
Bus kedua membawa 42 penumpang, dengan 20 warga negara Myanmar tidak memiliki dokumen. Bus ketiga membawa 39 penumpang, dengan 22 warga negara Myanmar tidak berdokumen. Bus keempat dicegat di Uttaradit membawa 20 warga negara Myanmar yang tidak berdokumen.
Sopir bus menyatakan semua penumpang naik langsung dari stasiun, menunjukkan tiket untuk verifikasi tanpa pengawasan lebih lanjut. Mereka menyatakan bahwa sebagian besar penumpang naik di Mae Sai dan Chiang Rai, tanpa mengetahui rincian bus lainnya.
Salah satu dari dua penumpang Thailand di bus pertama menceritakan keterkejutannya, awalnya percaya bahwa lebih banyak penumpang Thailand yang hadir. Yang membuat mereka bingung, setiap penumpang di bus itu berbicara bahasa Myanmar.
Perusahaan bus menyediakan transportasi alternatif bagi penumpang dengan dokumen yang sah untuk melanjutkan perjalanan. Pihak berwenang menyaring dan memproses para migran ilegal sesuai dengan hukum, lapor Khaosod.
Tindakan cepat Polisi Jalan Raya, berdasarkan intelijen yang kredibel, menyoroti tantangan migrasi ilegal yang sedang berlangsung dan pentingnya upaya kolaboratif dari berbagai lembaga penegak hukum.
Para migran yang ditangkap akan menjalani proses hukum lebih lanjut untuk menentukan status dan tindakan yang tepat. Pihak berwenang terus memantau dan menindak aktivitas migrasi ilegal untuk melindungi keamanan nasional dan menegakkan hukum.




