Thailand Desak Penerapan Gencatan Senjata saat Kekerasan di Gaza Kembali Terjadi

Kementerian Luar Negeri mendesak pembebasan semua sandera dan pemulangan jenazah dua warga negara Thailand.


Bangkok, Suarathailand- Kementerian Luar Negeri Thailand menyatakan keprihatinan dan kekecewaan atas dimulainya kembali permusuhan di Jalur Gaza sejak Selasa (18 Maret).

Kekerasan yang kembali terjadi telah mengakibatkan banyak korban sipil yang tidak bersalah, menyebabkan cedera dan kerusakan parah pada infrastruktur penting dan utilitas publik, kata kementerian tersebut.

“Thailand mendesak semua pihak untuk menahan diri sepenuhnya, menghentikan permusuhan dan melanjutkan negosiasi untuk melaksanakan gencatan senjata dan perjanjian penyanderaan, serta memfasilitasi bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza untuk memastikan stabilitas dan keamanan di Timur Tengah,” kata pernyataan itu.

Kementerian juga menyerukan pembebasan sandera yang tersisa di Jalur Gaza, termasuk satu warga negara Thailand, dan pengambilan jenazah dua warga negara Thailand sesegera mungkin.

Otoritas kesehatan Palestina mengatakan pada hari Selasa bahwa serangan udara Israel menghantam Gaza, menewaskan 254 orang, mengancam akan menghancurkan total gencatan senjata selama dua bulan sementara Israel berjanji akan menggunakan kekuatan untuk membebaskan sandera yang tersisa di jalur itu dari Hamas.

Share: