Thailand Desak Kamboja Tahan Komen yang Rusak Gencatan Senjata Perbatasan

Menlu Thailand prihatin tentang pernyataan Kamboja di platform internasional, yang bertentangan dengan semangat upaya untuk mengatasi konflik.


Brunei, Suarathailand- Menteri Luar Negeri Thailand Sihasak Phuangketkeow mengatakan kepada Menteri Luar Negeri Kamboja Prak Sokhonn bahwa Thailand tetap prihatin atas pernyataan Kamboja di platform internasional, yang menurutnya merusak upaya untuk mengatasi konflik perbatasan.

Pernyataan tersebut dipandang sebagai penghalang untuk memulihkan hubungan

Sihasak Phuangketkeow mengatakan Thailand tetap prihatin tentang pernyataan Kamboja di platform internasional, yang bertentangan dengan semangat upaya untuk mengatasi konflik.

Wakil Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Thailand mengatakan gencatan senjata di sepanjang perbatasan Thailand-Kamboja harus berjalan seiring dengan penghentian pernyataan yang tidak membantu menciptakan suasana positif untuk memulihkan hubungan.


Pembicaraan Sihasak-Prak diadakan di Brunei

Sihasak mengangkat isu tersebut selama pembicaraan bilateral dengan Wakil Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Kamboja Prak Sokhonn di Bandar Seri Begawan, Brunei, pada hari Senin (27 April), di sela-sela Pertemuan Menteri ASEAN-UE ke-25.

Kementerian Luar Negeri Thailand mengatakan kedua menteri bertemu untuk membahas cara-cara membangun kembali kepercayaan dan pemahaman antara kedua negara tetangga.

Kementerian mengatakan kedua belah pihak menyambut baik konsolidasi gencatan senjata sesuai dengan pernyataan bersama Komite Umum Perbatasan Khusus ke-3 pada 27 Desember 2025. 

Mereka juga menegaskan kembali komitmen mereka untuk meredakan situasi dan menggunakan mekanisme bilateral yang ada untuk menyelesaikan perbedaan.


Thailand menginginkan gencatan senjata yang berkelanjutan

Sihasak mengatakan Thailand masih ingin melihat gencatan senjata yang berkelanjutan dan berharap kedua negara dapat bergerak maju selangkah demi selangkah dalam memulihkan hubungan.

Ia mengatakan Thailand akan terus berupaya untuk meningkatkan kerja sama dalam keamanan perbatasan, termasuk menghindari insiden apa pun yang dapat memengaruhi perjanjian gencatan senjata antara kedua negara.

Pembicaraan juga berfokus pada membangun kembali kepercayaan bersama berdasarkan hubungan bertetangga yang baik, khususnya dengan menghentikan penyebaran informasi yang salah dan disinformasi.

Thailand mendesak Kamboja untuk mengekang pernyataan yang merusak gencatan senjata perbatasan


Pertemuan ASEAN-UE membahas diplomasi yang lebih luas

Pertemuan bilateral tersebut berlangsung ketika ASEAN dan Uni Eropa berkumpul di Brunei di tengah meningkatnya kekhawatiran atas konflik global, khususnya di Timur Tengah.

Sihasak mengatakan lingkungan internasional saat ini menunjukkan perlunya negara-negara kekuatan menengah untuk bekerja sama lebih erat guna menjaga tatanan internasional berbasis aturan. Ia mengatakan ASEAN dan Uni Eropa sama-sama berharap perang akan segera berakhir dan konflik harus diselesaikan melalui diplomasi.

Ia menambahkan bahwa ASEAN harus memperkuat kerja sama internal dan memanfaatkan kekuatan regionalnya untuk menjaga stabilitas di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.

Share: