Thailand dan AS Memulai Latihan Militer Multilateral Terbesar di Asia Cobra Gold 2026

Lebih dari 8.000 personel dari 30 negara yang berpartisipasi dalam latihan militer ini.


Bangkok, Suarathailand- Thailand dan Amerika Serikat telah meluncurkan latihan Cobra Gold ke-45, latihan militer multilateral terbesar di Asia, dengan lebih dari 8.000 personel dari 30 negara yang berpartisipasi.

Diselenggarakan bersama oleh Angkatan Bersenjata Kerajaan Thailand dan Komando Indo-Pasifik AS, latihan tahun 2026 ditetapkan sebagai "Tahun Berat," yang menampilkan pelatihan lapangan skala penuh.

Fokus utama tahun ini adalah pada Operasi Gabungan Semua Domain (CJADO), yang mengintegrasikan manuver darat, laut, dan udara tradisional dengan operasi ruang angkasa dan siber tingkat lanjut.

Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan militer menghadapi ancaman global modern dan meningkatkan koordinasi untuk bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana di kawasan tersebut.

Lebih dari 8.000 personel dari 30 negara berkumpul di Rayong untuk Cobra Gold ke-45, yang menampilkan operasi ruang angkasa dan siber tingkat lanjut untuk mengatasi ancaman global modern.

Thailand dan Amerika Serikat secara resmi meluncurkan "Cobra Gold 2026", latihan militer multilateral terbesar dan terlama di Asia Tenggara.

Latihan tahun ini, yang menandai edisi ke-45, dimulai pada hari Selasa di provinsi Rayong, mempertemukan lebih dari 8.000 personel dari 30 negara peserta.

Diselenggarakan bersama oleh Angkatan Bersenjata Kerajaan Thailand (RTARF) dan Komando Indo-Pasifik AS (USINDOPACOM), latihan 2026 ditetapkan sebagai "Tahun Berat," yang menampilkan pelatihan lapangan skala penuh dan koordinasi strategis tingkat tinggi.

Fokus utama latihan tahun ini adalah Operasi Gabungan Semua Domain (CJADO). Kerangka kerja canggih ini mengintegrasikan manuver darat, laut, dan udara tradisional dengan penekanan yang lebih tinggi pada domain ruang angkasa dan siber.

Dengan mengembangkan kemampuan-kemampuan canggih ini, Angkatan Bersenjata Kerajaan Thailand dan mitra internasionalnya bertujuan untuk menyempurnakan respons mereka terhadap ancaman modern non-tradisional, termasuk operasi evakuasi non-kombatan (NEO) dan perlindungan warga di zona konflik global.

Skala Cobra Gold 2026 mencerminkan statusnya sebagai landasan keamanan regional. Partisipasi dibagi menjadi beberapa tingkatan strategis:

7 Peserta Inti: Thailand, Amerika Serikat, Singapura, Indonesia, Jepang, Korea Selatan, dan Malaysia.

3 Peserta Tambahan: Australia, Tiongkok, dan India.

10 Negara MPAT: Anggota Tim Augmentasi Perencanaan Multinasional meliputi Bangladesh, Kanada, Fiji, Prancis, Inggris Raya, Italia, Mongolia, Nepal, Selandia Baru, dan Filipina.

10 Negara Pengamat: Tim Penghubung Pengamat Gabungan (COLT) meliputi perwakilan dari Brunei, Jerman, Yordania, Laos, Belanda, Pakistan, Arab Saudi, Swedia, Vietnam, dan Timor-Leste.

Latihan yang dijadwalkan berlangsung hingga 6 Maret ini tidak hanya berfungsi sebagai demonstrasi kesiapan militer, tetapi juga sebagai platform penting untuk bantuan kemanusiaan dan koordinasi penanggulangan bencana.

Melalui pengalaman bersama ini, negara-negara peserta berupaya untuk memperkuat stabilitas regional dan memastikan respons yang cepat dan terpadu terhadap krisis di masa depan di Indo-Pasifik.

Share: