PM Thailand Anutin menekankan bahwa kemauan dan tekad politik merupakan hal yang penting untuk mencapai solusi damai dan langgeng.
Hanoi, Suarathailand- Kantor Berita Antara melaporkan Perdana Menteri (PM) Thailand Anutin Charnvirakul dan PM Kamboja Hun Manet, Selasa (9/6), menyerukan peningkatan upaya untuk mengatasi perselisihan antara kedua negara.
Pada ajang ASEAN Future Forum di Hanoi, Anutin menyampaikan bahwa kedua negara berada di persimpangan penting dan perlu bekerja sama untuk mengatasi tantangan yang dihadapi dalam hubungan bilateral.
Menyampaikan dimulainya babak baru dalam hubungannya dengan Kamboja melalui rasa saling percaya, keyakinan, dan dialog dengan iktikad baik, Anutin menekankan bahwa kemauan dan tekad politik merupakan hal yang penting untuk mencapai solusi damai dan langgeng, menyatakan keyakinannya bahwa tujuan itu dapat tercapai terlepas dari berbagai kesulitan yang ada.
Secara bersamaan Hun Manet menuturkan dalam ajang tersebut bahwa gencatan senjata antara Kamboja dan Thailand tetap berlaku tetapi masih rapuh, sembari menyerukan kepada kedua pihak agar mengimplementasikan pernyataan bersama 27 Desember 2025 secara penuh, efektif, dan segera.
Hun Manet menekankan bahwa kedaulatan dan integritas wilayah tidak boleh diubah menggunakan kekuatan atau paksaan, seraya menegaskan kembali komitmen kedua pihak untuk mengubah gencatan senjata yang berlaku saat ini menjadi kondisi yang permanen.




