Thailand Catat 186 Ribu Kasus Influenza Tahun Ini, 14 Meninggal

Data surveilans influenza dan virus pernapasan lainnya sejak 1 September 2021 hingga 16 Juni menunjukkan, dari 2.284 kasus influenza, 1.044 teridentifikasi sebagai strain A/H3N2.

Influenza telah merenggut 14 nyawa dan mempengaruhi lebih dari 180.000 orang di seluruh negara sejak awal tahun ini, menurut Departemen Pengendalian Penyakit Thailand (DDC).

Direktur Jenderal DDC Thongchai Keeratihatthayakorn menyampaikan influenza merupakan penyakit infeksi virus pernafasan yang umumnya menimbulkan gejala ringan dan dapat diobati secara efektif. Namun, dalam beberapa kasus, flu dapat menyebabkan penyakit penyerta sehingga meningkatkan risiko kematian.

Thongchai melaporkan tim dari Kantor Pengendalian Penyakit 5 di Ratchaburi bekerja sama dengan dinas kesehatan masyarakat setempat untuk melakukan analisis mendalam terhadap pasien flu. Laporan komprehensif dari analisis ini diharapkan akan dirilis minggu depan.

Data Divisi Epidemiologi Thailand menunjukkan sejak 1 Januari hingga 20 Juni, terdapat 186.900 kasus flu dan 14 di antaranya meninggal. Korban jiwa termasuk lima orang di Nakhon Ratchasima, dua orang di Nakhon Si Thammarat, dan masing-masing satu orang di Chaiyaphum, Surat Thani, Bangkok, Sukhothai, Samut Prakan, Phuket, dan Kalasin.

Data surveilans influenza dan virus pernapasan lainnya sejak 1 September 2021 hingga 16 Juni menunjukkan, dari 2.284 kasus influenza, 1.044 teridentifikasi sebagai strain A/H3N2.

Berbagai strain telah diidentifikasi di antara populasi selama periode ini. Strain A/H3N2 mencakup 45% kasus, diikuti oleh strain B/H3N2 sebesar 27%, strain A/H1N1 sebesar 26%, dan subtipe A dengan strain yang tidak teridentifikasi sebesar 1%, lapor Bangkok Post.

Meskipun bersifat endemik, influenza masih dapat memperburuk penyakit penyerta seperti pneumonia, asma, ensefalitis, dan infeksi bakteri, tambah Thongchai. (thaiger)

Share: