PM Thailand tidak mengetahui laporan yang menunjukkan Tesla mungkin memutuskan untuk tidak berinvestasi di Thailand.
Tesla sedang menilai kembali strategi investasi globalnya di Tengah serbuan produk China.
Rencana investasi Tesla di Thailand masih belum pasti karena Pemerintah Thailand menunggu konfirmasi dari pembuat kendaraan listrik (EV) yang berbasis di Amerika Serikat.
Juru bicara pemerintah Chai Wacharonke menyoroti bahwa Tesla sedang menilai kembali strategi investasi globalnya yang dipengaruhi oleh melambatnya pertumbuhan penjualan dan persaingan yang ketat, terutama dari produsen kendaraan listrik Tiongkok.
Laporan menunjukkan Tesla bertujuan untuk berkonsentrasi pada basis produksi utama yang ada di AS, Tiongkok, dan Jerman.

“Tesla sedang meninjau rencana investasinya di seluruh dunia, tidak hanya di Thailand. Namun, belum ada konfirmasi [tentang penghentian rencana investasi di Thailand] dari pihak perusahaan. Itu telah dilaporkan dalam berita. Kami menunggu kabar dari mereka.”
Pada bulan April, Tesla mengumumkan rencana untuk memanfaatkan pabriknya saat ini untuk memproduksi kendaraan baru yang lebih terjangkau, sehingga investasi di lokasi baru di Meksiko dan India tidak mungkin terjadi dalam waktu dekat.
Sementara itu, Indonesia juga menunggu update rencana pabrik pembuatan baterai EV. Pada tahun 2022, Tesla menandatangani perjanjian untuk mendapatkan nikel senilai hingga US$5 miliar dari Indonesia untuk digunakan dalam baterai kendaraan listrik.
Perdana Menteri Srettha Thavisin pertama kali mengungkapkan ketertarikan Tesla di Thailand setelah pertemuan dengan CEO Elon Musk saat Majelis Umum PBB di New York September lalu. Perdana Menteri Thailand mengunjungi pabrik Tesla di Fremont di California pada bulan November dan mendorong Tesla untuk berinvestasi di Thailand.
PM Srettha juga mengundang wakil kepala investasi Tesla untuk mengunjungi kawasan industri di Koridor Ekonomi Timur dan menghadiri perayaan Loy Krathong di Chiang Mai pada akhir bulan yang sama.
Investasi Tesla
Namun, South China Morning Post melaporkan Tesla tampaknya tidak lagi tertarik dengan rencana investasi di Thailand atau Malaysia. Di Thailand, Tesla dilaporkan memutuskan untuk berinvestasi hanya di stasiun pengisian kendaraan listrik.
Setelah rapat Kabinet, PM Srettha menyatakan tidak mengetahui laporan yang menunjukkan Tesla mungkin memutuskan untuk tidak berinvestasi di Thailand.
“Yang saya ketahui hanyalah bahwa tim dari pemerintah dan perusahaan masih dalam pembicaraan mengenai rencana bisnis.”
Perdana Menteri Thailand menyebutkan selama diskusi awalnya dengan Tesla, perusahaan tersebut tertarik pada pasar India yang besar, namun Thailand tampaknya merupakan lokasi yang menjanjikan untuk pabrik produksi.
Keputusan strategis Tesla diawasi dengan ketat karena dapat berdampak signifikan terhadap pasar kendaraan listrik di wilayah tersebut. Antisipasi pemerintah terhadap keputusan akhir Tesla menggarisbawahi implikasi yang lebih luas terhadap strategi industri dan ekonomi Thailand.




