Program Travel Together akan diperpanjang setelah April 2021
Wabah Covid-19 terbaru telah menyebar ke 48 dari 77 provinsi di Thailand
Thailand berencana memperpanjang program subsidi perjalanan domestiknya pada 2021 karena wabah baru virus korona menghantam rencana perjalanan liburan masyarakat. Hal ini berdampak bagi sektor ekonomi yang bergantung pada pariwisata.
Pemerintah Thailand telah memerangi klaster baru Covid-19 pada penjual makanan laut. Covid-19 di Thailand telah menyebar ke 48 dari 77 provinsi yang ada. Hal ini mendorong pembatasan sosial yang lebih ketat termasuk penutupan tempat hiburan dan olahraga. Provinsi Samut Sakhon, tempat asal wabah, diisolasi hingga 3 Januari.
“Pariwisata domestik telah ‘membeku’ sepenuhnya,” kata Menteri Pariwisata Phiphat Ratchakitprakarn dalam sebuah wawancara di Bangkok.
“Kami baru-baru ini menambahkan 1 juta lebih pemesanan kamar hotel ke dalam program Travel Together, tetapi kami yakin tidak akan ada perjalanan selama waktu ini.”
Perdana Menteri Prayuth Chan-Ocha telah meminta masyarakat untuk tidak mengadakan pertemuan kelompok dan perjalanan yang tidak perlu.
"Tahun ini kita mungkin harus merayakan tahun baru di rumah dengan lingkaran orang yang terbatas," kata Perdana Menteri.
Program Travel Together yang menawarkan subsidi hingga 40% untuk pemesanan kamar hotel dan tiket pesawat, telah menjadi penyambung hidup bagi industri pariwisata. Misalnya, lebih dari 5 juta dari 6 juta kamar hotel ang pemerintah bantu talangi telah dipesan. Pelancong dari Bangkok secara khusus membantu meningkatkan hunian hotel-hotel di seluruh negeri.
Pemerintah sekarang berencana untuk memperpanjang program subsidi 20 miliar baht ($ 666 juta), kata Phiphat. Sejauh ini pemerintah telah menggunakan anggaran sebesar 7,63 miliar baht.
Pandemi telah menghancurkan industri pariwisata Thailand yang meraup pendapatan lebih dari $60 miliar dari sekitar 40 juta pengunjung pada tahun 2019 dan menyumbang sekitar seperlima dari produk domestik bruto negara.
Thailand adalah negara pertama di luar China yang melaporkan keberadaan Covid-19 pada Januari, dan telah mencatat total 6.690 kasus.
Pemerintah Thailand telah bereksperimen dengan berbagai cara untuk mencoba memulai kembali industri pariwisata.
Pemerintah telah bereksperimen dengan berbagai cara untuk mencoba memulai kembali industri pariwisata. Pada 16 Desember, hanya satu hari sebelum penjual makanan laut yang memulai wabah terbaru dinyatakan positif Covid-19, Thailand telah melonggarkan pembatasan wisatawan asing dari 56 negara. Dan masih mempertimbangkan ‘karantina golf’ atau karantina kesehatan untuk menarik pelancong kelas atas dari Korea Selatan, Jepang, Swedia, Jerman, dan Inggris, kata Phiphat.
Dia menambahkan bahwa pakta gelembung perjalanan pertama di Thailand bisa datang pada kuartal ketiga tahun depan selama penyebaran virus dapat diatasi.
"Jika pemerintah tidak mampu mengendalikan wabah ini, saya yakin semua rencana yang berkaitan dengan pariwisata asing akan terpaksa dihentikan dan didorong kembali," kata Phiphat. (Bloomberg)




