Thailand saat ini menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya; gempa dan tarif AS.
Bangkok, Suarathailand- Perdana Menteri Paetongtarn Shinawatra mengatakan Menteri Keuangan Pichai Chunhavajira akan melakukan perjalanan ke AS untuk berunding dengan berbagai sektor, termasuk badan pemerintah, sektor swasta, dan pemangku kepentingan lainnya, mengenai perubahan signifikan dalam kebijakan perdagangan AS.
“Pemerintah Thailand akan menjelaskan kepada mitra-mitranya di AS bahwa Thailand bukan hanya eksportir, tetapi juga sekutu yang dapat diandalkan dan mitra ekonomi jangka panjang,” katanya.
Ia melanjutkan dengan mengatakan bahwa pemerintah Thailand telah menyiapkan proposal seperti meningkatkan impor energi, pesawat terbang, dan produk pertanian dari AS, serta memulai kerja sama yang lebih besar di bidang pertanian, industri, dan sektor-sektor lainnya.
Selain itu, Thailand akan berupaya untuk mempromosikan investasi Thailand di AS dan mengurangi hambatan impor, termasuk mengatasi penyalahgunaan Thailand sebagai titik transit untuk klaim asal usul yang salah, katanya.
“Saya yakin bahwa usulan ini akan mengarah pada negosiasi yang berhasil dengan AS, memastikan bahwa Thailand dan AS tetap menjadi sekutu dan mitra dagang yang kuat,” katanya, seraya menambahkan bahwa pemerintah Thailand tetap terbuka untuk dialog dan kerja sama lebih lanjut.
Paetongtarn menegaskan kembali bahwa pemerintah telah mengembangkan langkah-langkah dukungan jangka pendek dan jangka panjang untuk UKM dan industri besar yang terkena dampak kebijakan perdagangan AS.
Langkah-langkah ini termasuk mempercepat upaya untuk memperluas pasar ekspor baru guna membantu mengurangi paparan risiko bagi bisnis Thailand. Ia mencatat bahwa negosiasi sedang berlangsung untuk membuka pasar baru di Timur Tengah, Eropa, dan India melalui perjanjian perdagangan bebas.
Ia juga menyebutkan pemerintah akan menggelar diskusi dengan berbagai lembaga terkait pedoman perdagangan pada Selasa, 8 April.
“Pemerintah akan melakukan segala daya upaya untuk melindungi kepentingan negara, membangun fondasi ekonomi yang kuat, stabil, dan berdaya saing global, serta memastikan Thailand terus maju dengan bermartabat,” pungkasnya.




