Thailand akan Jual 15 Ribu Ton Beras Berumur 10 Tahun Juni 2024

Beras berumur 10 tahun itu menjadi perbincangan hangat publik setelah pemerintah mengumumkan niatnya untuk menjualnya awal bulan ini. 

Bulog Thailand (PWO) akan melelang 15 ribu ton beras berusia 10 tahun yang tersimpang di Gudang. PWO menyatakan peserta lelang mempunyai waktu mulai tanggal 31 Mei hingga 7 Juni untuk memeriksa kondisi beras tersebut.

Gudang PWO milik pemerintah Thailand telah menetapkan tanggal 17 Juni sebagai tanggal lelang 15 ribu ton beras melati yang disimpan di bawah skema jaminan beras pemerintah sekitar 10 tahun yang lalu.

PWO akan memberikan rincian kerangka acuan kepada pihak-pihak yang berkepentingan terhadap beras ini

Penjabat direktur PWO Krishnaraksa Jaidee mengatakan para penawar akan diizinkan untuk memeriksa beras mulai tanggal 31 Mei hingga 7 Juni di salah satu dari dua gudang tersebut dan menyerahkan kualifikasi penawar pada tanggal 10 Juni. Daftar penawar yang memenuhi syarat akan dirilis pada tanggal 13 Juni.

Dari jam 9 pagi hingga siang hari tanggal 17 Juni, PWO akan mulai menjual dokumen penawaran di kantor pusat Departemen Promosi Perdagangan Internasional di provinsi Nonthaburi.

Amplop penawaran kemudian akan dibuka pada hari yang sama mulai jam 1 siang, setelah itu pemenang akan diumumkan, kata Krishnaraksa, seraya menambahkan bahwa pemenang lelang akan memiliki waktu 15 hari untuk menandatangani kontrak dengan PWO untuk menyelesaikan pembelian.

Beras tersebut disimpan di dua gudang di Surin. Terdapat 11,656 ton dalam 112,711 kantong di gudang Kittichai 2 dan 3,356 ton dalam 32,879 kantong di gudang Poonphol 4.

Beras berumur 10 tahun itu menjadi perbincangan hangat publik setelah pemerintah mengumumkan niatnya untuk menjualnya awal bulan ini.

Skema penjaminan beras, yang diterapkan di bawah pemerintahan Yingluck Shinawatra antara tahun 2012 dan 2013, terbukti penuh dengan penipuan dan korupsi. Hal ini juga digunakan sebagai salah satu alasan penggulingannya dalam kudeta militer tahun 201

Para ahli telah memperingatkan bahwa beras tersebut mungkin tidak cocok untuk dikonsumsi manusia, terutama karena beras tersebut telah terkena semprotan pestisida selama satu dekade, meskipun pejabat pemerintah telah mencoba membuktikan sebaliknya dengan mengonsumsinya di depan umum.

Ada rumor yang mengatakan bahwa beras tersebut mungkin akan dijual kepada pembeli di Afrika atau disajikan kepada personel di kamp militer. 

Share: