AS Target Akhiri Gelar Pasukan di Timteng Medio Maret

Teheran menegaskan program rudalnya bukan bagian dari negosiasi nuklir karena merupakan urusan pertahanan nasional.


AS, Suarathailand- The Washington Post melaporkan Amerika Serikat (AS) berencana merampungkan pengerahan pasukan di Timur Tengah pada pertengahan Maret sebagai langkah antisipasi kemungkinan operasi militer terhadap Iran.

Trump bersama penasihat keamanan nasional menggelar pertemuan di Situation Room, Rabu, untuk membahas kondisi di Iran.

Pejabat AS menyatakan pemerintah sengaja menunjukkan peningkatan kehadiran militer di kawasan tersebut. Trump memperingatkan kemungkinan “hal-hal buruk” dapat terjadi jika AS dan Iran tidak mencapai kesepakatan.

Surat kabar The Wall Street Journal, mengutip sejumlah sumber, melaporkan bahwa Trump tengah mempertimbangkan peluncuran serangan terbatas tahap awal terhadap fasilitas militer dan pemerintah Iran guna mendorong Teheran menandatangani kesepakatan nuklir.

Putaran kedua perundingan Iran-AS mengenai program nuklir Teheran berlangsung pada 17 Februari di Jenewa dengan mediasi Oman. 

Seusai pertemuan tersebut, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyampaikan adanya kemajuan dan menyatakan bahwa Teheran dan Washington akan menyusun naskah yang dapat menjadi dasar bagi potensi kesepakatan.

Sebelumnya, Pasukan AS meningkatkan kesiagaan atas kemungkinan serangan terhadap Iran mulai Sabtu, sementara Presiden Trump belum memutuskan langkah militer akhir terhadap Teheran, demikian laporan media siaran CBS News.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Sabtu (7/2) menegaskan Teheran akan menyerang pangkalan militer AS di kawasan Teluk Persia jika negara itu melakukan serangan.

Teheran juga menegaskan program rudalnya bukan bagian dari negosiasi nuklir karena merupakan urusan pertahanan nasional.

Share: