Organisasi internasional "Save the Children" mengatakan kelaparan di jalur Gaza merupakan kelaparan yang direncanakan, dapat diprediksi, dan buatan manusia.
Gaza, Suarathailand- Pimpinan organisasi internasional "Save the Children", Janti Soeripto, dalam sebuah pernyataan menyatakan kelaparan sebagai kebijakan yang disengaja dan metode perang dalam bentuk terburuknya.
Israel memiliki kemampuan untuk mengakhiri kelaparan di Gaza, tetapi telah menolak permintaan puluhan organisasi non-pemerintah untuk mengirimkan bantuan ke Gaza.
Soeripto, yang menekankan tanggung jawab global untuk menghentikan tragedi ini, mengatakan bahwa setiap pembuat keputusan di dunia memiliki tanggung jawab hukum dan moral dalam hal ini.
Pimpinan Save the Children juga menyatakan keprihatinan yang mendalam tentang meningkatnya jumlah anak-anak di Gaza yang akan mati, dan mengatakan bahwa banyak anak Palestina ditahan di pusat-pusat penahanan militer Israel dan diadili di pengadilan militer yang tidak memenuhi standar internasional.
Sembari menyerukan kepada negara-negara anggota Dewan Keamanan PBB untuk menghentikan transfer senjata ke rezim Israel dan menahan diri dari memberikan bantuan militer kepada rezim kriminal ini, Janti Soeripto menekankan perlunya mendukung mekanisme akuntabilitas dan mencegah keterlibatan dalam tragedi ini.(sl)
Tags