Starstreak alutsista rudal man portable air defense system (Manpads) milik TNI berteknologi canggih.
Kabar baik datang dari Pasukan YTP Raider 100/PS TNI AD yang baru saja berhasil rontokkan pesawat musuh dengan Rudal Starstreak.
Keberhasilan penggunaan Rudal Starstreak ini diumumkan akun Instagram resmi milik TNI AD @tni_angkatan_darat yang mengunggah sebuah postingan pada 24 Oktober 2021.
"Rudal Starstreak Pasukan YTP Raider 100/PS Rontokkan Pesawat Tempur Musuh.
Pasukan Batalyon Tim Pertempuran (YTP) Raider 100/PS sempat terkejut dengan suara pesawat fighter asing mendekati daerah konsentrasi latihan tempur di Dolok Panribuan Kompleks, Simalungun, Sumatera Utara, Sabtu (23/10/2021)," tulis akun Instagram @tni_angkatan_darat dalam captionnya seperti dikutip Zonajakarta.com.
Bukan tanpa sebab, penggunaan Rudal Starstreak milik TNI AD merupakan bagian dari latihan perang.
Dikutip Zonajakarta.com dari Portal Lebak, dalam skenario latihan perang, Pasukan Batalyon Tim Pertempuran (YTP) Raider 100/PS sempat terkejut dengan suara pesawat fighter asing mendekati daerah konsentrasi latihan tempur di Dolok Panribuan Kompleks, Simalungun, Sumatera Utara, Sabtu 23 Oktober 2021.
Pesawat musuh yang belum diketahui itu terus bermanuver, diduga kuat melakukan pengintaian, dalam skenario latihan perang YTP Raider 100/PS Kodam I Bukit Barisan.
Menyadari kondisi yang mencurigakan ini, Komandan YTP Raider 100/PS langsung bergerak tangkas melakukan koordinasi dengan satuan perkuatan dan memerintahkan kepada komandan pasukan terdepan agar waspada serta terus mengamati pesawat musuh tersebut.
Tak berselang lama, pesawat tersebut berhasil di identifikasi milik Negara Andara "Musang" (istilah pesawat tempur asing) itu sudah semakin dekat dengan kedudukan daerah YTP bahkan hasil pengamatan akan menembakkan rudal sehingga Komandan YTP Raider 100/PS segera meminta bantuan tembakan kepada satuan pertahanan udara.
Melalui komunikasi radio, Komandan YTP Raider 100/PS meminta Komandan Yonarhanud 13/PBY untuk melakukan "perisai udara" terhadap gangguan "Musang" Republik Andara itu.
Tanpa menunggu lama, Yonarhanud Rudal 13/PBY yang sudah menyiapkan alutsista pertahanan udara, langsung menembakkan Rudal Starstreak jenis MMS (Multi Mission System).
Detik berikutnya, terlihat jelas di udara Rudal Starstreak yang merupakan salah satu rudal canggih milik pasukan jajaran TNI AD ini meluncur dan mengejar "Musang" Republik Andara.
Hanya dalam sekejab, Rudal Starstreak itu telah mengekor di belakang "Musang" Republik Andara yang berusaha menghindar dan coba melarikan diri.
Namun, kecepatan jelajah Rudal Starstreak yang begitu dahsyat tak bisa ditandingi "Musang" Republik Andara, sehingga tertembak dan seketika hancur berkeping-keping.
Seluruh kejadian di atas merupakan skenario dalam kegiatan drill tempur YTP R-100/PS.
Starstreak sendiri merupakan alutsista rudal man portable air defense system (Manpads) milik TNI yang berteknologi canggih.
Manpads adalah sistem pertahanan udara jarak pendek yang dapat dioperasikan dengan mudah dan cepat serta memiliki tingkat mobilitas keefisienan yang tinggi seperti Starstreak.
Dilansir Zonajakarta.com dari thalesgroup.com bahwa rudal Starstreak sudah ada di tahun 1986 untuk memenuhi kebutuhan sistem pertahanan udara (Hanud) jarak dekat militer inggris.
Selain dapat dioperasikan di darat ternyata rudal Starstreak dapat dipasang di segala platform kendaraan alutsista yang memiliki tingkat mobilitas tinggi.
Salah satu alutsista yang dapat dipasangkan rudal Starstreak adalah helikopter serang, kapal perang, kendaraan taktis (rantis) 4x4 hingga 6x6.
Selain itu, rudal Starstreak sendiri saat ini telah digunakan aktif oleh jajaran kesatuan di Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Diketahui bahwa saat ini Starstreak digunakan di beberapa jajaran batalyon artileri pertahanan udara (Yon Arhanud) TNI AD di seluruh Indonesia.
Melansir tniad.mil.id bahwa rudal anti pesawat Starstreak merupakan alutsista yang tergolong baru berteknologi canggih dan efisien.
Untuk itu, Starstreak sendiri menjadi rudal anti pesawat yang berkualifikasi Short range air defense (Shorad).
Selain itu, bahwa senjata Starstreak merupakan sistem pertahanan udara kombinasi berlapis yang dapat diduetkan dengan Medium Air Defence System dan Long Air Defence System sebagai payung udara.
Tujuan penggunaan Starstreak adalah untuk melengkapi sistem pertahan udara pada masanya yang bersifat mobile.
Dalam arti bahwa senjata rudal anti pesawat seperti Starstreak dapat digerakan secara cepat dan terintegrasi langsung oleh pusat komando.
Ini yang menjadikan Starstreak sebagai senjata SHORAD tercanggih sampai saat ini yang telah digunakan oleh berbagai negara di dunia.
Diketahui bahwa pengguna dari Starstreak adalah Inggris, Afrika Selatan, Thailand, Malaysia dan Indonesia.
Oleh karenanya senjata Starstreak TNI AD sendiri merupakan alutsista rudal anti pesawat yang memiliki kemampuan khusus.
Karena Starstreak sendiri memiliki label sebagai High Velocity Missile (HVM) yang artinya rudal ini memiliki kecepatan tinggi dalam peluncurannya.
Untuk kecepatan dari Starstreak memiliki kecepatan Mach 3,5 sampai Mach 4 atau sekitar 3.500 - 4.000 km/h dalam sekali tembak.
Selain memiliki daya tembak dengan kecepatan tinggi, Starstreak memiliki daya jangkau sampai 7 kilometer dan sanggup menghantam target di ketinggian sampai 5 kilometer.
Untuk teknologi tracing dari Starstreak menggunakan beberapa platform seperti radar pendeteksi yang langsung dihubungkan dengan rudal secara command control.
Di jajaran militer dunia, Starstreak dikenal sebagai senjata multiplatform yang artinya dapat dipasang di berbagai wahana seperti helikopter serang, vehicle armored sampai tank jenis ringan.
Selain itu, dalam beberapa latihan berbagai unsur TNI, terlihat bahwa Starstreak digunakan di kepulauan Natuna.
Dalam latihan di kepulauan natuna tersebut, bahwa Starstreak dipakai sebagai Pasukan Pemukul Reaksi Cepat Tentara Nasional Indonesia (PPRC TNI).
Sampai saat ini sudah banyak Yon Arhanud TNI AD yang memakai Starstreak, salah satunya di Yon Komposit 1 Gardapati di Ranai Natuna, Kepulauan Riau. (zonajakarta)




