Proyek Terusan Teluk Thailand Sepanjang 135 Km Bakal Serap 1 Juta Pekerja

Para ahli dari berbagai bidang, termasuk spesialis lingkungan dan keanekaragaman hayati, serta analis dampak budaya, akan diikutsertakan. Rute Terusan 9A, yang juga dikenal sebagai proyek Terusan Thailand, akan memiliki lebar 300–400 meter dan kedalaman 15–18 meter.


Bangkok, Suarathailand- Asosiasi Terusan Thailand untuk Studi dan Pengembangan menginginkan sebuah komite nasional untuk mempelajari kelayakan menghubungkan Teluk Thailand dengan Laut Andaman melalui Rute Terusan 9A yang diusulkan. Proyek tersebut, jika disetujui, dapat menciptakan hingga satu juta lapangan kerja baru, kata para pendukungnya.

Dipimpin oleh presidennya, Jenderal Pongthep Thetprateep, asosiasi tersebut mengajukan petisi kepada Perdana Menteri Paetongtarn Shinawatra selama pertemuan keliling pemerintah di Daerah Non-Perburuan Thale Noi di distrik Khuan Khanun, Phatthalung, pada 17 Februari.

Narong Soomthong, ketua Komite Studi Kelayakan Rute Terusan 9A, mengatakan komite studi nasional diusulkan ke DPR setelah studi kelayakan terusan tersebut lolos Senat. Namun, karena kuorum DPR tidak mencukupi, diskusi tentang pembentukan komite yang beranggotakan 49 orang itu ditunda.

"Asosiasi Terusan Thailand memutuskan untuk mengajukan petisi karena keyakinannya terhadap kemampuan pemerintah untuk mengelola proyek tersebut," kata Narong. Petisi tersebut menyerukan pembentukan komite nasional untuk mempelajari lebih lanjut kelayakan Rute Terusan 9A.

Para ahli dari berbagai bidang, termasuk spesialis lingkungan dan keanekaragaman hayati, serta analis dampak budaya, akan diikutsertakan. Rute Terusan 9A, yang juga dikenal sebagai proyek Terusan Thailand, akan memiliki lebar 300–400 meter dan kedalaman 15–18 meter.

Kanal sepanjang 135 kilometer itu akan membentang dari Pelabuhan Ao Luk di distrik Ao Luk, Krabi, di Laut Andaman, melewati Trang, Phatthalung, Nakhon Si Thammarat, dan berakhir di distrik Ranot, Songkhla di Ban Tha Bon di Teluk Thailand.

Narong mengatakan kanal itu akan membantu Thailand mengatasi tantangan ekonomi, khususnya bagi mereka yang rentan secara finansial, dengan memastikan distribusi manfaatnya yang luas.

Jika selesai, kanal itu dapat menangani sedikitnya 300 miliar ton kapal logistik setiap tahun dan menciptakan antara 500.000 hingga satu juta lapangan kerja baru, katanya.

"Itu juga akan memberikan kompensasi seumur hidup kepada penduduk setempat di lima provinsi yang terkena dampak pembangunannya," tambah Bapak Narong.

Share: