Pos Pemeriksaan Narathiwat Thailand Selatan Diserang, 5 Orang Tewas, 6 Luka

>Lima anggota pasukan paramiliter tewas dan warga sipil terluka dalam serangan pos pemeriksaan Narathiwat

>Lima anggota pasukan paramiliter tewas ketika sekelompok penyerang melepaskan tembakan dan melemparkan bom pipa ke pos pemeriksaan di distrik Ra-ngae, Narathiwat.

>Serangan yang dilakukan oleh para penyerang dengan menggunakan truk pikap itu juga mengakibatkan lima warga sipil terluka.

>Para penyerang melarikan diri dari tempat kejadian, sehingga memicu operasi pencarian dan peningkatan kewaspadaan keamanan di daerah tersebut.

>Komando Operasi Keamanan Internal mengutuk serangan tersebut dan berjanji untuk mendukung keluarga para anggota pasukan yang meninggal.

Narathiwat, Suarathailand- Bangkok Post melaporkan lima anggota pasukan paramiliter tewas dan enam warga sipil terluka ketika sekelompok penyerang berpakaian hitam melepaskan tembakan dan melemparkan bom pipa ke pos pemeriksaan di distrik Ra-ngae, Narathiwat pada Rabu malam.

Serangan itu terjadi sekitar pukul 18.45 pada tanggal 22 Juli di pos pemeriksaan kota Bukeh Sami di kotamadya Ton Yong Mas. Pos tersebut dioperasikan oleh Kompi Ranger ke-4509 di bawah Satuan Tugas Resimen Pasukan Ranger ke-45.

Eenam penyerang berpakaian hitam tiba dengan mobil pikap Nissan empat pintu berwarna hitam dan melancarkan serangan berkelanjutan menggunakan senjata api dan bom pipa.

Kelima Ranger tewas di tempat kejadian. Mereka diidentifikasi sebagai:

-Sersan Mayor Kelas Satu Theerayut Somakerd

-Relawan Ranger Sakiriya Jena

-Relawan Ranger Wimon Dabthong

-Relawan Ranger Nattasit Kaewsena

-Relawan Ranger Salahuding Pi

Warga sipil yang terdaftar sebagai korban luka adalah Habib Hina, Muhammad Ali Abrue, Farhah Abrue, Muhammad Hafit Hina dan Awatif Bueraheng. Habib dan Awatif diidentifikasi sebagai anak laki-laki.

Tim darurat mengangkut korban luka ke rumah sakit di daerah tersebut untuk perawatan.


Para Penyerang Melarikan Diri Menuju Dusongyo

Setelah serangan itu, para penyerang melarikan diri di sepanjang Jalan Raya 4055 dari Ton Yong Mas menuju kecamatan Dusongyo di Ra-ngae.

Personel keamanan menutup pos pemeriksaan dan area sekitarnya sementara tim forensik polisi mulai mengumpulkan bukti, termasuk selongsong peluru dan pecahan dari alat peledak.

Pos pemeriksaan dan penghalang jalan didirikan di sepanjang kemungkinan rute pelarian saat unit militer dan polisi melancarkan operasi untuk mengidentifikasi dan menangkap mereka yang bertanggung jawab.

Laporan selanjutnya menunjukkan bahwa sepeda motor mungkin juga digunakan sebagai kendaraan utama dan pengawal selama serangan, meskipun laporan awal mengidentifikasi mobil pikap hitam sebagai kendaraan utama para penyerang.


Keamanan di Seluruh Wilayah Diperketat 

Badan keamanan memerintahkan unit-unit di seluruh wilayah untuk meningkatkan tingkat kewaspadaan, memperkuat pos pemeriksaan, dan meningkatkan patroli untuk berjaga-jaga terhadap kemungkinan serangan lanjutan.

Personel diinstruksikan untuk melakukan pengawasan ketat di sekitar tempat umum, fasilitas pemerintah, dan posisi keamanan sementara perburuan terus berlanjut.

Komando Operasi Keamanan Internal Wilayah 4 mengutuk serangan tersebut dan memberikan penghormatan kepada lima anggota pasukan khusus yang tewas saat memberikan keamanan bagi warga di provinsi perbatasan selatan.

Komando menyampaikan belasungkawa kepada keluarga mereka dan berjanji untuk memberikan tunjangan, dukungan kesejahteraan, dan bantuan penuh yang menjadi hak mereka.

Komando juga mengatakan bahwa para penyelidik akan mengejar mereka yang bertanggung jawab dan membawa mereka ke hadapan hukum, sementara langkah-langkah keamanan akan diperkuat untuk melindungi masyarakat setempat dan memulihkan kepercayaan publik.

Share: