Pemerintah Thailand mengkaji soal paspor Covid-19 dan untuk kegunaan di masa depan.
Perdana Menteri Thailand memerintahkan Kementerian Luar Negeri untuk melakukan studi paspor vaksin Covid-19 yang berpotensi menjadi jawaban untuk perjalanan masa depan di bawah apa yang disebut "normal baru".
Paspor termasuk sertifikasi bahwa pemiliknya telah divaksinasi terhadap penyakit virus korona dengan vaksin Covid-19 yang terdaftar dan diakui.

Diakuinya, hingga saat ini belum ada kesimpulan yang dapat menjamin sistem paspor vaksin Covid-19 efektif diterapkan di tingkat internasional.
"Jadi pada titik ini, saya telah memerintahkan studi untuk dilakukan seputar ide ini sebagai persiapan untuk [penggunaan di masa depan] sehingga Thailand bisa bersaing dengan negara lain," katanya.
"Pendapat tentang sistem paspor vaksin Covid-19 masih beragam, bahkan di Thailand,"
"Pendapat tentang sistem paspor vaksin Covid-19 masih beragam, bahkan di Thailand," kata perdana menteri.
Negara-negara seperti Amerika Serikat, Inggris Raya, serta Uni Eropa dilaporkan termasuk di antara mereka yang mempertimbangkan paspor digital yang memungkinkan warga untuk menunjukkan bahwa mereka telah divaksinasi terhadap Covid-19.
Ide paspor Covid-19 telah dilaporkan mendapat kritik - terutama di antara dokter dan kelompok hak asasi yang mempertanyakan kemanjuran vaksin dan apakah mereka akan dapat melindungi orang secara total terhadap Covid-19 atau tidak. (Bangkok Post/Foto Ilustrasi)




