Opsi ini untuk antisipasi agar pelaku perjalanan darai luar negeri yang menempati lokasi karantina di Jakarta tidak membeludak.
Pemerintah membuka opsi membuka pintu kedatangan luar negeri di Surabaya untuk mengantisipasi lonjakan kedatangan pelaku perjalanan dari luar negeri melalui Bandara Soekarno Hatta, Tangerang.
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan kebijakan ini untuk mengantisipasi agar pelaku perjalanan darai luar negeri yang menempati lokasi karantina di Jakarta tidak membeludak.
Luhut menegaskan, pemerintah akan tetap menerapkan karantina selama 10-14 hari sesuai dengan negara asal kedatangan.
Pemerintah saat ini tengah mengevaluasi kesiapan Bandara Juanda, Surabaya, sebagai alternatif pintu masuk untuk para pelaku perjalanan luar negeri untuk kemudian dikarantina.
“Kita harus bagi (pintu kedatangan pelaku perjalanan luar negeri). Karena kalau sampai 6.000 (kedatangan) yang masuk semua di Jakarta itu akan repot karantinanya. Jadi akan kita bagi nanti Surabaya dengan Jakarta,” papar Luhut pada Konferensi Pers Mingguan Update Penanganan Pandemi Covid-19 secara virtual, Senin (27/12/2021).
Luhut menegaskan pemerintah sudah mengecek kesiapan fasilitas di Surabaya. Senin (27/12/2021) sore pemerintah akan mengecek kembali segala kesiapan yang diperlukan di Surabaya.
Pemerintah mengantisipasi kedatangan 5.000 lebih warga negara Indonesia (WNI) yang kembali dari luar negeri. Kedatangan tersebut diperkirakan akan terjadi awal 2022.
“Kami sudah menyiapkan skenario kedatangan 5.000 lebih masyarakat Indonesia yang kembali dari luar negeri mulai tanggal 1 (Januari 2022) sampai tanggal belasan,” kata Luhut. (bnpb, antara, foto: bandara soetta)




