Perang Iran dan AS Disebut Jadi Pemicu Perpecahan Parah di Tubuh NATO

Moskow, Suarathaiand- Sputnik melaporkan para pakar diplomatik, termasuk pakar dari Eropa,  menyebut perang antara Amerika Serikat dan Iran memperuncing perbedaan pendapat di dalam NATO. Hal ini karena banyak sekutu Eropa yang belum siap mendukung kemungkinan keterlibatan militer aliansi tersebut di pihak AS..

"Perang AS-Iran memecah belah NATO, karena banyak anggota aliansi dari Eropa menolak untuk terlibat baik dalam konfrontasi dengan Iran maupun mendukung secara langsung operasi militer AS di Selat Hormuz, dan lebih memilih pendekatan diplomatik," ujar sumber tersebut.

"Sejumlah anggota NATO Eropa, terutama Inggris, Polandia, dan negara-negara Baltik, menilai konflik Rusia-Ukraina tetap menjadi hal yang lebih penting dan menjadi prioritas," lanjutnya.

Sementara itu, sejumlah isu mengenai Iran dan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz juga menjadi salah satu topik utama yang dibahas dalam pertemuan puncak NATO di Turkiye.

Sebelumnya pada Rabu, pasukan AS melancarkan serangkaian serangan dahsyat terhadap Iran.

Sebagai tanggapan, militer Iran melaporkan telah melancarkan serangan balasan terhadap pangkalan-pangkalan AS di Bahrain dan Kuwait, sementara pihak berwenang Iran menuduh Washington melanggar memorandum penghentian permusuhan.


Share: