Pemimpin Muslim Thailand Ajak Umat Tebar Kasih dan Bersatu dalam Pidato Ramadan

Sheikhul Islam Arun Boonchom menyerukan umat Islam Thailand untuk menjalankan Ramadan 1447 melalui puasa, amal, dan memupuk keharmonisan dalam masyarakat multikultural.


Bangkok, Suarathailand- Pemimpin spiritual Muslim Thailand, Arun Boonchom, mengimbau umat Islam untuk menggunakan Ramadan untuk berpuasa, beramal, dan memupuk keharmonisan dalam masyarakat multikultural bangsa.

Ia menggambarkan puasa sebagai alat untuk membangun empati terhadap orang-orang yang kelaparan, mendorong "kesadaran untuk memberi" guna mengurangi kesenjangan sosial.

Pidato tersebut melampaui ibadah keagamaan, menyerukan kebajikan di antara semua warga negara dan berdoa untuk persatuan nasional, stabilitas, dan hidup berdampingan secara damai.

Sheikhul Islam Arun Boonchom menyerukan umat Islam Thailand untuk menjalankan Ramadan 1447 melalui puasa, amal, dan memupuk keharmonisan dalam masyarakat multikultural.

Chularajamontri, pemimpin spiritual Muslim Thailand, telah menyerukan umat Islam untuk menggunakan bulan suci Ramadan sebagai periode untuk introspeksi diri yang mendalam, beramal, dan memperkuat ikatan dalam jalinan multikultural negara.

Dalam komunike resmi yang dirilis pada 19 Februari 2026 untuk menandai dimulainya Era Hijriah 1447, Arun Boonchom menekankan bahwa puasa lebih dari sekadar kewajiban agama; itu adalah pelajaran penting tentang empati.

"Puasa berfungsi sebagai alat untuk menguji orang-orang beriman," kata Chularajamontri. 

"Dengan menahan diri dari makanan, seseorang merasakan lapar dan haus untuk menumbuhkan hati nurani yang dermawan. Ini adalah jembatan persahabatan yang meringankan penderitaan dan mengurangi kesenjangan sosial."

Pesan tersebut merinci pilar-pilar penting bulan tersebut, termasuk salat Tarawih, penyelesaian Al-Quran, dan pembayaran Zakat (sedekah). Boonchom mencatat bahwa tindakan-tindakan ibadah ini dimaksudkan untuk membersihkan hati dan memberikan rezeki kepada kaum miskin.

Di luar ibadah keagamaan, pidato pemimpin tersebut membawa tema kewarganegaraan yang kuat. Ia memanjatkan doa untuk perlindungan Thailand dari bencana alam dan menyerukan "kebajikan yang teguh" di antara semua warga negara, tanpa memandang keyakinan.

Sebagai penutup pidatonya, Chularajamontri berdoa untuk persatuan dan kesehatan nasional, serta mendesak masyarakat untuk hidup berdampingan secara damai di bawah perlindungan Yang Mulia Raja. 

Beliau menggambarkan musim spiritual ini sebagai katalisator untuk "stabilitas dan kemajuan" bagi bangsa secara keseluruhan.

Share: