Program ini bertujuan menarik hingga 10.000 pengunjung dengan mensubsidi biaya akomodasi dan perjalanan bagi peserta tur grup terdaftar.
Bangkok, Suarathailand- Pemerintah Thailand telah meluncurkan inisiatif pariwisata "Check-in, Fun, Wow, East X Northeast" yang menyasar tujuh provinsi di sepanjang perbatasan Kamboja.

Program ini bertujuan menarik hingga 10.000 pengunjung dengan mensubsidi biaya akomodasi dan perjalanan bagi peserta tur grup terdaftar.
Inisiatif ini bertujuan memulihkan perekonomian lokal yang terdampak ketegangan perbatasan baru-baru ini, dengan target menghasilkan lebih dari 90 juta Baht dan memulihkan kepercayaan wisatawan.
Bangkok akan mensubsidi akomodasi dan perjalanan bagi hingga 10.000 pengunjung ke tujuh provinsi; langkah ini bertujuan untuk memulihkan perekonomian lokal pasca-ketegangan perbatasan.
Pemerintah Thailand telah meluncurkan inisiatif pariwisata baru, "Check-in, Fun, Wow, East X Northeast," yang dirancang untuk menyuntikkan lebih dari 90 juta baht ke perekonomian lokal di sepanjang perbatasan Thailand-Kamboja.
Proyek yang dijadwalkan dimulai pada 15 November 2025 ini akan menawarkan dukungan finansial untuk perjalanan dan akomodasi bagi pengunjung sebagai bagian dari upaya yang ditargetkan untuk meningkatkan pendapatan daerah.
Airin Phanrit, wakil juru bicara pemerintah, menjelaskan bahwa skema ini merupakan respons langsung terhadap dampak ekonomi dan sosial yang disebabkan oleh sengketa perbatasan baru-baru ini.
Perdana Menteri Anutin Charnvirakul menginstruksikan instansi terkait untuk memprioritaskan pemulihan ekonomi lokal, dengan pariwisata diidentifikasi sebagai penggerak utama pembangunan akar rumput.
Proyek yang dikelola oleh Otoritas Pariwisata Thailand (TAT) ini bertujuan untuk mempromosikan wisata kelompok melalui operator terdaftar, yang menghubungkan tujuh provinsi perbatasan: Ubon Ratchathani, Sisaket, Surin, Buriram, Sa Kaeo, Chanthaburi, dan Trat.

TAT akan memberikan subsidi kepada perusahaan tur untuk perjalanan antarprovinsi yang mencakup setidaknya satu kali menginap.
Hibah tersebut mencakup insentif akomodasi sebesar 300 baht per malam di tujuh provinsi yang ditentukan, dengan syarat dan ketentuan yang ditetapkan.
Airin menegaskan bahwa tujuan utamanya adalah memulihkan kepercayaan wisatawan domestik dan internasional, merevitalisasi perekonomian di wilayah terdampak, dan memastikan pendapatan didistribusikan langsung kepada masyarakat setempat.
Pemerintah memperkirakan skema ini akan menghasilkan pendapatan setidaknya 90 juta baht melalui pengeluaran untuk paket wisata, akomodasi, transportasi, makanan, dan layanan lokal.
Hal ini diharapkan akan memberikan manfaat yang signifikan bagi operator tur, hotel, restoran, dan pengecer komunitas, sekaligus menciptakan lapangan kerja berkelanjutan di sektor jasa.
Inisiatif ini akan berjalan hingga kuota 10.000 peserta terpenuhi. Operator tur yang ingin berpartisipasi dapat mengajukan permohonan dukungan melalui Dewan Pariwisata Thailand atau menghubungi 1672 Travel Buddy untuk informasi lebih lanjut.




