Pemerintah Thailand Kecam Serangan Brutal Kamboja ke Warga Sipil Thailand

Serangan roket BM-21 Kamboja di provinsi Si Sa Ket mengakibatkan satu kematian warga sipil, hancurnya sebuah rumah, dan kerusakan pada properti lainnya.


Si Sa Ket, Suarathailand-  Pemerintah Thailand mengutuk keras serangan roket oleh Kamboja terhadap daerah sipil, menyebut tindakan tersebut "brutal dan tidak manusiawi."

Seorang juru bicara pemerintah menegaskan bahwa serangan itu adalah tindakan yang disengaja, bukan kecelakaan, dan pelanggaran norma internasional karena menargetkan komunitas non-militer.

Serangan roket BM-21 di provinsi Si Sa Ket mengakibatkan satu kematian warga sipil, hancurnya sebuah rumah, dan kerusakan pada properti lainnya.

Siripong Angkasakulkiat, Juru Bicara Kantor Perdana Menteri, mengatakan pada hari Minggu (14 Desember) bahwa pemerintah mengutuk keras apa yang disebutnya sebagai tindakan "brutal dan tidak manusiawi" Kamboja setelah roket BM-21 mendarat di daerah sipil di Thailand, menewaskan penduduk dan merusak rumah dan properti, serta menyebarkan ketakutan akan keselamatan publik.

Ia menekankan bahwa warga sipil dan komunitas yang terkena dampak tidak memiliki hubungan dengan operasi militer apa pun, dan bahwa serangan terhadap daerah sipil tidak dapat diterima berdasarkan norma internasional.

“Ini disengaja, bukan kecelakaan seperti yang sering diklaim Kamboja,” kata Siripong.

Ia menambahkan bahwa insiden tersebut dilaporkan oleh kepala desa Moo 4 di subdistrik Sao Thong Chai, distrik Kantharalak, Si Sa Ket.

Roket BM-21 ditembakkan ke Ban Nong Mek (Moo 4, Sao Thong Chai), menyebabkan satu orang tewas, diyakini terkena pecahan peluru di dekat depan Sekolah Nong Mek.

Dalam insiden yang sama, satu rumah terbakar setelah terkena dan hancur.

Beberapa rumah lain juga rusak akibat pecahan peluru, tetapi tidak ada korban luka yang dilaporkan karena warga telah dievakuasi dari daerah tersebut.

Mobil pemadam kebakaran telah dikoordinasikan dan dikerahkan.

Share: