"Saya mendorong adanya respons dari komunitas internasional yang juga melibatkan masyarakat setempat dalam upaya menyelamatkan banyak nyawa manusia di Kongo," kata Paus Leo XIV.
Vatikan, Suarathailand- Paus Leo XIV pada hari Minggu (23 Agustus) menyerukan kepada komunitas internasional untuk membantu membendung penyebaran virus Ebola di Republik Demokratik Kongo, yang menurut peringatan pejabat kesehatan sedang menyebar secara eksponensial.
"Dalam doa-doa saya, saya sering mengingat Republik Demokratik Kongo, terutama karena penyebaran wabah Ebola yang sayangnya telah menimbulkan banyak korban jiwa," kata Paus setelah doa Angelus di Lapangan Santo Petrus.
"Saya mendorong adanya respons dari komunitas internasional yang juga melibatkan masyarakat setempat dalam upaya menyelamatkan banyak nyawa manusia," tambah Paus, yang sempat mengunjungi Afrika pada bulan April lalu.
Wabah Ebola paling mematikan dalam sejarah Republik Demokratik Kongo ini telah menewaskan ribuan orang, serta melanda wilayah utara dan timur di mana kehadiran negara lemah, infrastruktur kesehatan sangat minim, dan berbagai kelompok bersenjata telah menebar kekerasan selama beberapa dekade.
Paus Leo juga menyampaikan kedekatannya dengan warga Republik Afrika Tengah "yang sedang berduka atas para korban runtuhnya tambang di Zamboye".
Tanah longsor yang terjadi pada hari Selasa di sebuah tambang emas dekat perbatasan Kamerun itu menewaskan puluhan orang, sementara banyak lainnya masih dinyatakan hilang dan kemungkinan besar terkubur di bawah reruntuhan.
"Semoga Tuhan menyambut mereka yang telah kehilangan nyawa, serta mendukung upaya untuk menjamin keselamatan dan legalitas lokasi pertambangan," kata Paus.
Beralih ke situasi yang lebih dekat, Paus Leo juga menyinggung peringatan 10 tahun gempa bumi besar di Italia tengah pada hari Senin, yang menewaskan sekitar 300 orang dan meluluhlantakkan kota Amatrice.
"Saya berdoa bagi mereka yang telah meninggal dunia beserta keluarga mereka, dan bagi seluruh komunitas yang terdampak," ujarnya.




