Parlemen Iran Sebut Pelaku Pembunuhan Ali Khamenei akan Dihukum

Qalibaf memuji prosesi pemakaman besar-besaran untuk almarhum Ali Khamenei.


Teheran, Suarathailand-  Press TV melaporkan Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf mengatakan bahwa para pelaku di balik pembunuhan Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei pada akhirnya akan dihukum, menekankan bahwa kemartirannya telah memperkuat tekad publik.

Qalibaf memuji prosesi pemakaman besar-besaran untuk almarhum Pemimpin yang gugur pada 28 Februari, hari pertama perang agresi tanpa provokasi AS-Israel terhadap Iran, menekankan bahwa sistem Republik Islam akan terus berdiri teguh.

Qalibaf juga mengatakan bahwa berduka atas kemartiran Pemimpin telah menjadi "sebuah kisah epik kesadaran dan tekad," menambahkan bahwa hal itu telah "memberikan momentum baru bagi gerakan menuju kemenangan definitif Iran Islam dan dunia Islam."

Dalam pidatonya di tengah demonstrasi publik beberapa bulan terakhir, Qalibaf mencatat bahwa rakyat Iran secara konsisten menyatakan penentangan keras mereka terhadap Amerika Serikat dan Israel.

“Rakyat, yang telah menjadi penggerak dan pendukung setia Revolusi mereka selama 47 tahun terakhir, selama empat bulan terakhir telah meneriakkan ‘Matilah Amerika’ dan ‘Matilah Israel’ setiap malam, menyatakan kebencian dan rasa jijik mereka terhadap mereka yang telah membunuh Pemimpin kita dan menuntut pembalasan,” tegasnya.

Qalibaf juga bersumpah bahwa mereka yang bertanggung jawab atas serangan terhadap Iran dan atas kematian Pemimpin, para pejabat tinggi, dan ribuan orang tak bersalah akan menghadapi hukuman.

Ia lebih lanjut menekankan bahwa “langkah terakhir pembalasan” akan dicapai melalui “pembebasan Al-Quds” dari belenggu rezim Zionis.

Ketua parlemen juga mengatakan bahwa publik telah menegaskan kembali dukungannya terhadap kepemimpinan Iran saat ini setelah pemakaman almarhum Pemimpin.

“Bangsa yang telah bangkit mengucapkan selamat tinggal kepada Pemimpinnya dan memperbarui kesetiaannya kepada Pemimpin baru kita, Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei,” tegas Qalibaf.

Memuji kesetiaan publik, ia mengatakan bahwa rakyat Iran tetap berkomitmen pada tujuan Revolusi Islam.

“Kita harus berterima kasih kepada orang-orang ini, yang tidak mundur sedikit pun dari jalan yang bercahaya” dari pendiri Republik Islam, Imam Khomeini, almarhum Pemimpin Ayatollah Seyyed Ali Khamenei dan para syuhada, tegas Qalibaf.

Ia juga menekankan bahwa peristiwa-peristiwa baru-baru ini telah menunjukkan ketahanan sistem politik Iran.

“Hari ini, dunia telah memahami bahwa Revolusi Islam dan Republik Islam Iran akan terus ada dan abadi, dan bahwa dengan dukungan orang-orang ini tidak ada jalan buntu maupun kekalahan,” tegas Qalibaf.

Ketua parlemen juga menggambarkan rakyat Iran sebagai pihak yang teguh dalam menghadapi tekanan eksternal, dengan mengatakan bahwa mereka telah mempertahankan semangat perlawanan sambil semakin terorganisir dari waktu ke waktu.

Sebagai penutup pesannya, Qalibaf mengatakan para pejabat harus terus membela negara melalui kesiapan militer, diplomasi, dan negosiasi, sambil juga fokus pada peningkatan kondisi ekonomi bagi rakyat.

“Tidak ada upaya yang boleh diabaikan dalam melindungi hak-hak mereka, baik melalui peluncur rudal untuk membela negara, atau melalui diplomasi dan negosiasi, atau dengan melayani rakyat untuk meningkatkan kondisi ekonomi dan kehidupan mereka,” katanya.

Share: