Studi awal menunjukkan bus yang terbakar dan menewaskan 23 orang itu dimodifikasi secara ilegal dan dilengkapi dengan beberapa tabung CNG.
Uthai Thai, Suarathailand- Tim investigasi bersama pejabat dari instansi terkait terlihat mengumpulkan bukti di lokasi kebakaran hebat bus sekolah.
Sementara itu, masyarakat menaruh bunga, susu dan makanan ringan sebagai persembahan di lokasi kecelakaan untuk mengenang 20 siswa sekolah dasar dan tiga guru yang tewas dalam tragedi tersebut.

Sekitar pukul 12.20 pada hari Selasa, sebuah bus yang membawa siswa dan guru dari Sekolah Wat Khao Phraya Sangkaram di Uthai Thai dilalap api setelah salah satu ban depannya meledak. Kecelakaan itu terjadi di Jalan Vibhavadi di Pathum Thani
Pada hari Rabu pukul 9 pagi bus yang terbakar dan sedan Mercedes yang ditabrak dikeluarkan dari lokasi untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Investigasi awal menunjukkan bus tersebut dilengkapi dengan beberapa tangki bensin CNG dan telah dimodifikasi secara ilegal.
Bus tersebut juga akan diperiksa oleh pejabat Departemen Energi, Departemen Perhubungan Darat dan beberapa instansi lainnya.

Sementara itu, pusat operasi darurat telah didirikan di sekolah naas tersebut.
Gubernur Uthai Thani Theerapat Khachamat mengatakan rencana awalnya adalah membawa orang tua korban ke distrik Muang di provinsi tersebut.
Namun, kata dia, polisi berkoordinasi dengan tim pengumpul barang bukti dan sampel DNA sedang dikumpulkan di sekolah tersebut. Setelah pengambilan DNA selesai, sampelnya akan dikirim ke unit forensik Rumah Sakit Umum Kepolisian di Bangkok.
Para orang tua yang berada di atau dekat Bangkok dapat langsung menuju lantai tiga gedung Kedokteran Forensik rumah sakit untuk menyerahkan sampelnya.
Hingga berita ini dimuat, masih belum jelas kapan jenazah almarhum akan dipindahkan ke Uthai Thani, karena masih belum diketahui berapa lama waktu otopsi karena kondisi jenazah.
Namun korban luka diangkut kembali ke Uthai Thani.
Sunthorn Piankasiwit, 50, ibu dari seorang guru peserta pelatihan dan anaknya yang masih kecil diyakini tewas dalam kebakaran tersebut, sambil menangis mengatakan dia tidak pernah membayangkan putri dan cucunya akan menghadapi tragedi seperti itu.
Ia mengatakan meski diliputi kesedihan, ia tetap berharap putri dan cucunya tidak termasuk di antara korban tewas setelah identitas almarhum diketahui. (Thenation)




