Pandemi Belum Berakhir, IDI Minta Jemaah di Rumah Ibadah Tetap Jaga Jarak

Meski rumah ibadah diizinkan dibuka dengan kapasitas maksimal 75 persen pada PPKM Level 1, IDI tetap menyarankan jemaah jaga jarak di rumah ibadah.

Ketua Satuan Tugas Covid-19 IDI Zubairi Djoerban merekomendasikan   jemaah di tempat ibadah tetap menjaga jarak saat melaksanakan salat berjamaah.

Meski rumah ibadah diizinkan dibuka dengan kapasitas maksimal 75 persen pada PPKM Level 1, Djoerban tetap menyarankan jemaah melakukan jaga jarak di rumah ibadah.

Djoerban menambahkan lebih aman dan lebih tanpa was-was jika kita shalat berjamaah dengan menjaga jarak.

"Saran saya sebagai dokter ahli spesialis di bidang kesehatan, saat ini Indonesia kan bukan negara satu-satunya di dunia ini yang mengalami Covid-19. Negara sekitar Indonesia seperti Malaysia, Singapura, Filipina, Myanmar, Thailand, Vietnam juga mengalami Covid-19 dan kasus baru per pekan di negara-negara itu jauh lebih tinggi dibandingkan Indonesia," ujarnya.

Bahkan, dia melanjutkan, negara yang lebih jauh dari Indonesia seperti Amerika Serikat, Eropa seperti Inggris, hingga India juga bernasib serupa, kasus Covid-19 sedang sangat tinggi.

Dia melanjutkan, tidak menutup kemungkinan suatu saat warga dari negara-negara tersebut masuk ke Indonesia dan bisa berisiko lebih tinggi lagi. Artinya, ia mengingatkan urusan pandemi Covid-19 belumlah selesai.

"Jadi, lebih baik berjaga-jaga, tetap waspada daripada percaya diri berlebihan atau euforia. Disarankan saat shalat berjamaah dengan menjaga jarak," ujarnya.

Kendati demikian, ia mengakui Allah SWT lebih tahu yang terbaik mengenai hal ini dibandingkan manusia. "Wallahu a'lam bish-shawab." (republika)

Share: