Otoritas Thailand Bekukan 28 Ribu Lebih Kartu SIM 'Hantu' di Perbatasan

Operasi ini merupakan bagian penting dari lanskap kejahatan online, menyebabkan kerugian yang meluas bagi masyarakat.


Suarathailand- Kartu SIM 'hantu' ditutup pada Januari 2026, dengan fokus pada provinsi perbatasan seperti Sa Kaeo, Chiang Rai, dan Nong Khai, di tengah upaya berkelanjutan untuk mengatasi kejahatan terkait teknologi.

Komisi Penyiaran dan Telekomunikasi Nasional (NBTC) telah mengintensifkan penindakannya terhadap penggunaan nomor telepon yang tidak teratur yang terkait dengan kejahatan terkait teknologi. 

Pada Januari 2026, NBTC memerintahkan penangguhan 28.112 nomor telepon di seluruh negeri, meningkat dari 23.057 nomor yang ditangguhkan pada Desember 2025. 

Nomor-nomor ini diduga sebagai 'SIM hantu'—kartu SIM yang tidak terdaftar atau digunakan secara curang yang sering dikaitkan dengan kegiatan ilegal.

Trairat Viriyasirikul, Wakil Sekretaris Jenderal dan Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal NBTC, menjelaskan bahwa NBTC bekerja sama dengan semua operator telekomunikasi berlisensi dan penyedia layanan seluler untuk menyaring dan memverifikasi nomor telepon yang menunjukkan aktivitas mencurigakan. Layanan langsung dihentikan ketika risiko apa pun teridentifikasi.

Sebagian besar perilaku mencurigakan melibatkan penggunaan nomor telepon yang sama untuk melakukan banyak panggilan dalam waktu singkat, pola yang umumnya dikaitkan dengan penipuan atau geng call center yang menggunakan identitas tidak terdaftar atau curian. 

Operasi ini merupakan bagian penting dari lanskap kejahatan online, menyebabkan kerugian yang meluas bagi masyarakat.

Analisis data mengungkapkan bahwa provinsi perbatasan terus menjadi pusat penggunaan telepon yang tidak wajar. Sa Kaeo memimpin dengan 7.331 nomor yang diblokir, diikuti oleh Chiang Rai dengan 4.231, Nong Khai dengan 3.898, dan Narathiwat dengan 2.534. Angka-angka ini menyoroti hubungan dengan jaringan kriminal transnasional.

Sebaliknya, Bangkok mencatat 511 kartu SIM yang diblokir, dengan 511 kartu SIM lainnya di provinsi-provinsi sekitarnya, yang rinciannya sebagai berikut: Nonthaburi (114), Pathum Thani (177), Samut Prakan (126), Nakhon Pathom (54), dan Samut Sakhon (40).

NBTC menekankan bahwa langkah-langkah ini akan terus berlanjut di bawah peraturan yang telah ditetapkan dengan jelas. Penyedia layanan seluler diwajibkan untuk memantau dan melaporkan setiap penggunaan SIM yang mencurigakan kepada NBTC setiap minggu, untuk memastikan pencegahan yang cepat dan efisien terhadap kartu yang berpotensi curang.

Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya NBTC untuk memperkuat kerangka peraturan di sektor telekomunikasi, yang bertujuan untuk melindungi keselamatan dan aset warga di tengah lanskap kejahatan online yang terus berkembang. 

NBTC akan terus berkolaborasi dengan lembaga terkait untuk menutup celah dan mengurangi penggunaan jaringan telekomunikasi untuk kegiatan kriminal dalam jangka panjang.

Share: