Presiden terpilih Min Aung Hlaing menandatangani keputusan untuk mengurangi hukuman bagi para tahanan di seantero Myanmar.
Myanmar, Suarathailand- Eleven Myanmar melaporkan Pemerintah Myanmar mengumumkan hukuman semua terpidana mati di negara tersebut akan diganti menjadi penjara seumur hidup dalam langkah grasi pertama yang ditetapkan presiden baru negara itu.
Presiden terpilih Min Aung Hlaing menandatangani keputusan untuk mengurangi hukuman bagi para tahanan di seantero Myanmar.
Min baru ditetapkan sebagai presiden oleh Parlemen Myanmar yang mendukung militer pada awal bulan ini.
Amnesti dalam rangka Tahun Baru Myanmar tersebut diberlakukan "dengan mempertimbangkan ketenangan masyarakat dan alasan kemanusiaan" bagi individu yang menjalani hukuman di penjara, pusat penahanan, dan kamp buruh atas kejahatan yang terjadi sebelum 17 April 2026.
Pengampunan berskala nasional tersebut merupakan yang pertama yang diberlakukan Min usai memerintah Myanmar sejak kudeta militer 2021 yang menumbangkan pemerintahan Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD).
Aung San Suu Kyi, pemimpin NLD yang sudah dibubarkan, dilaporkan menjadi salah satu tahanan yang turut mendapat grasi. Ia kini menjalani hukuman penjara selama 27 tahun setelah divonis bersalah dalam beberapa kasus dengan total hukuman 33 tahun penjara.
Min adalah panglima angkatan bersenjata Myanmar, Tatmadaw, sejak 2011 hingga mengundurkan diri dari posisi itu pada Maret 2026 demi menjadi presiden.
Setelah lima tahun berkuasa sebagai junta, rezim Min menggelar pemilu dalam tiga tahap pada Desember lalu, dengan partai-partai pro-militer, termasuk Partai Solidaritas dan Pembangunan Uni (USDP), menang besar.
Adapun menurut asosiasi tahanan politik Myanmar, sejumlah 30.870 orang telah ditahan sejak kudeta 2021, dengan 8.700 di antaranya dibebaskan kemudian.
Selain itu, 7.972 orang tewas dalam gejolak di Myanmar selama lima tahun terakhir, kata asosiasi itu.




