Militer thailand memperingatkan tentang serangan drone kamikaze dan roket Kamboja terhadap posisi-posisi Thailand, mendesak pasukan untuk menghindari jebakan drone.
Bangkok, Suarathailand- Militer thailand telah mendistribusikan ilustrasi untuk memperingatkan personelnya tentang dugaan penggunaan drone kamikaze oleh pasukan Kamboja untuk menyebarkan perangkat GPS di lokasi militer Thailand, yang memungkinkan serangan tepat sasaran.
Dalam ilustrasi tersebut, Wilayah Tentara Kedua memperingatkan personelnya untuk tidak berkumpul di sekitar drone yang jatuh, karena drone tersebut mungkin berisi bom tersembunyi atau mengirimkan sinyal kembali ke pasukan Kamboja untuk mengarahkan tembakan ke lokasi tersebut.
Ilustrasi tersebut menyoroti apa yang digambarkan Wilayah Tentara Kedua sebagai ancaman baru: penggunaan kendaraan udara tak berawak (UAV) pandangan orang pertama (FPV), atau drone.
Menurut ilustrasi tersebut, pasukan Kamboja dapat mengirimkan drone "pemimpin" melintasi perbatasan Thailand sebagai umpan untuk membantu mengidentifikasi target. Drone-drone ini dapat membawa perangkat GPS dan mortir 82mm.
Dalam beberapa kasus, ilustrasi tersebut mencatat, pasukan Kamboja mungkin terlebih dahulu membombardir posisi Thailand dengan roket BM-21 sebelum mengirimkan armada drone. Drone-drone tersebut dimaksudkan untuk memancing pasukan Thailand agar bergerak maju dan mengambil perangkat yang jatuh.
Ilustrasi tersebut memperingatkan bahwa jika drone yang jatuh mulai mengeluarkan bunyi bip, drone tersebut harus diperlakukan sebagai jebakan dan tentara Thailand tidak boleh berkumpul di sekitarnya.
Jika drone dinilai aman, pasukan diinstruksikan untuk segera menemukan dan menghancurkan unit GPS yang terpasang. Jika mortir 82 mm ditemukan terpasang, ahli penjinak bom harus dipanggil untuk membuangnya, karena mungkin telah dimanipulasi untuk meledak.
Sementara itu, sebuah sumber dari Area Angkatan Darat Kedua mengatakan Kamboja menembaki beberapa lokasi di Thailand dengan roket BM-21, peluru artileri, dan bom yang dijatuhkan dari drone pada Selasa pagi.
Wilayah yang dilaporkan menjadi sasaran antara lain Prasat Ta Kwai, Prasat Ta Muen, Jalur Chong Plod Tang, Khao Phra Wiharn, Jalur Chong Rayi, Phu Makua, Bukit 600, Desa Ban Phumisrol, Desa Moo 12, Jalur Chong An Ma, Jalur Chong Bok, dan Play Yao.
Sumber tersebut menambahkan bahwa wilayah yang diduga diserang oleh pesawat nirawak kamikaze antara lain Phraya Sattaban, Jalur Chong An Ma, dan Bukit 561.
Militer Thailand menggarisbawahi sikap bela diri di perbatasan
Sumber tersebut mengatakan bahwa Area TNI Kedua juga telah menyampaikan posisinya mengenai situasi perbatasan kepada publik sebagai berikut:
Thailand bertindak untuk membela diri dan bukan agresor. Setiap operasi yang dilakukan oleh angkatan bersenjata Thailand semata-mata ditujukan untuk melindungi keamanan nasional dan keselamatan rakyat, bukan untuk memulai konflik.
Ada ancaman nyata terhadap nyawa rakyat Thailand. Telah terjadi insiden ranjau darat yang ditanam secara diam-diam dan tentara Thailand diserang, yang mengakibatkan cedera dan cacat, yang membahayakan tentara maupun warga sipil.
Intelijen telah mengonfirmasi bahwa senjata berat telah diarahkan ke Thailand. Pergerakan beberapa peluncur roket dengan jangkauan lebih dari 100 kilometer telah terdeteksi, dengan target yang ditempatkan di area dekat Bandara Buriram, yang menimbulkan ancaman langsung terhadap warga sipil.
Angkatan bersenjata Thailand berkewajiban untuk merespons sesuai dengan hukum internasional. Semua tindakan dilakukan berdasarkan aturan keterlibatan dan hak negara berdaulat untuk membela diri.
Militer tidak akan menunggu warga sipil menjadi korban. Militer akan segera bertindak untuk secara proaktif menetralisir ancaman agar rakyat Thailand tidak menderita kerugian.
Pihak Kamboja telah berulang kali menunjukkan perilaku bermusuhan, baik melalui tindakan permusuhan langsung maupun demonstrasi niat bermusuhan yang terus-menerus.
Operasi akan terus berlanjut hingga ancaman berakhir. Angkatan bersenjata Thailand akan melaksanakan misi-misi ini hingga negara dan rakyatnya benar-benar aman.




