Presidensi G20 Indonesia diharapkan bisa memberikan manfaat bagi Indonesia dan global.
Presidensi G20 Indonesia mengangkat tema Recover Together, Recover Stronger dan mengusung tiga topik utama yaitu arsitektur kesehatan global, transformasi ekonomi berbasis digital, dan transisi energi. Ketiga topik utama tersebut akan menjadi area kerja sama, yang berpotensi untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto berharap pelaksanaan Presidensi G20 Indonesia bisa memberikan manfaat bagi Indonesia dan global. Salah satu yang menjadi perhatian adalah upaya Indonesia untuk mendorong akses vaksin yang merata bagi seluruh dunia.
"Ke depannya, perlu ada prototipe kalau kita bisa menghasilkan vaksin merah putih, bisa tidak kita menjadi donatur ke negara-negara lain, sehingga kita bisa membuat aksi," kata dia dalam Working Lunch: Joint Side Event Sherpa Track dan Finance Track Presidensi G20 Indonesia, Rabu, 15 Desember 2021.
Ia mengungkapkan, saat ini pandemi covid-19 di Indonesia relatif terkendali dengan angka Reproduction Rate (Rt) masih tetap di bawah 1. Kasus konfirmasi per 1 juta penduduk berada pada skala yang sangat rendah yaitu 0,74 kasus, jauh lebih rendah dari banyak negara-negara besar lain karena didukung oleh program vaksinasi.
"Dalam Presidensi G20 Indonesia yang baru saja dimulai, Indonesia akan mendorong kontribusi aktif untuk memperkuat arsitektur kesehatan global pasca pandemi. Dan WHO menginginkan di akhir tahun ini, kita sebagai negara G20 akan mencapai 133 juta orang yang sudah mendapatkan vaksin kedua di Desember ini," ungkapnya.
Seiring dengan situasi kesehatan yang membaik, kepercayaan masyarakat untuk kembali beraktivitas dan tren pemulihan ekonomi juga semakin terlihat jelas. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2021 sebesar 3,51 persen year on year (yoy) juga didukung fundamental yakni konsumsi, investasi, dan ekspor mulai tumbuh positif kembali.
"Lalu, kita juga sedang menjalankan program dalam mengatasi kemiskinan dan inklusi keuangan yang nantinya akan bisa ditransfer programnya kepada negara lain," pungkas dia. (antara, medcom)




