Menhan RI Bidik Pesawat  F-15 Eagle II dan Rafale untuk Perkuat TNI

Menhan Prabowo meminta dukungan rakyat Indonesia agar TNI punya kekuatan maksimal menjaga NKRI.

TNI pada waktu ini sedang melakukan tahap modernisasi alutsista melalui program Minimum Essential Force alias MEF dalam tiga tahap.

TNI saat ini sedang menjalankan tahap ketiga.

Nantinya bila MEF tahap tiga mampu dicapai TNI maka Indonesia mempunyai kekuatan minimum menjaga kedaulatan agar tak diganggu oleh pihak lain.

Perjalanan tidak selesai sampai di situ.

Kelar MEF, TNI harus memekarkan lagi otot militer menuju kekuatan ideal.

Kekuatan ideal ini berbeda dengan kata minimum karena tak bisa lagi beroperasi menjaga kedaulatan Indonesia dengan dalih keterbatasan.

Kekuatan ideal inilah yang nantinya harus diwaspadai musuh bila mau berurusan dengan Indonesia.

Pasalnya dengan kekuatan ideal TNI akan mempunyai daya pukul mematikan.

Salah satunya ialah menjalankan doktrin pre-emptive strike.

Gampangnya pre-emptive strike mengedepankan kekuatan pukul di perbatasan Indonesia.

Jadi, ketika musuh hendak mengganggu kedaulatan Indonesia, jauh sebelum masuk terirtori NKRI akan digebuk duluan di wilayah internasional atau setidaknya di ZEE.

Hal ini untuk meminimalkan kerugian karena bila pertempuran sudah masuk ke wilayah dalam Indonesia bisa merugikan segalanya, ekonomi sekalian keselamatan jiwa WNI.

Untuk mencapai kekuatan ideal jelas sangat sulit karena biayanya cukup besar.

Namun untuk mencapai hal itu bukan mustahil.

Paling tidak untuk kekuatan matra laut harus dilengkapi dengan 12 unit kapal selam, 20 fregat ocean going, 10-12 kapal perang type destroyer, 24 Korvet hingga ratusan kapal cepat rudal.

Pemekaran Batalyon Marinir juga harus dilaksanakan sekalian menambah unsur tank amfibi.

Matra udara juga demikian, 160 jet tempur baru hingga tahun 2045 memang masuk akal untuk mencapai kekuatan ideal.

Jet tempur baru ini untuk membentuk skadron tempur baru, bukan mengganti pesawat yang sudah dipensiunkan.

Indonesia juga patut berharap dengan program KF-21 Boramae karena jet tempur itu bisa diproduksi sendiri nantinya dan bisa ditingkatkan ke generasi kelima alias Stealth.

Lama kelamaan adanya jet tempur generasi 4.5 akan usang karena kedepan nantinya pertempuran akan dilakukan drone Loyal Wingman dan jet tempur generasi kelima dan keenam.

Indonesia harus memulai langkah itu sedari kini tak bisa ditunda-tunda lagi.

Pasalnya China pasti akan mengambil langkah serupa dengan mengembangkan drone dan jet tempur generasi kelima serta keenam.

Untuk sistem pertahanan rudal sekalian angkut, jarak sedang dan jarak jauh.

Kemudian untuk matra darat, penambahan Main Battle Tank (MBT) sekelas Leopard 2 RI juga perlu dilakukan sejalan dengan hadirnya medium tank Harimau.

Pembentukan Combat Aviation Brigade memang mau tak mau kudu dilaksanakan lantaran untuk melaksanakan operasi pertempuran tak bisa lagi mengandalkan kendaraan lapis baja saja, perlu payung udara.

Dengan adanya combat aviation brigade maka TNI AD bisa melakukan operasi mobile udara sangat maksimal, menggebuk musuh secara cepat dan tepat tanpa perlu buang-buang sumber daya berlebih.

Entah akan terwujud atau tidak, Menteri Pertahanan (Menhan) Indonesia Prabowo Subianto ternyata sudah mempunyai rencana untuk memperkuat TNI.

Hal ini tertulis dalam sambutannya di buku Plan Bobcat : Transformasi Menuju Angkatan Udara yang Disegani di Kawasan karya KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo.

Menhan Prabowo meminta dukungan rakyat Indonesia agar TNI punya kekuatan maksimal menjaga NKRI.

"Sebagai pimpinan Kementerian Pertahanan RI, saya mengharapkan agar seluruh rakyat Indonesia mendukung rencana besar pemerintah Indonesia untuk mengembangkan TNI menjadi angkatan bersenjata yang besar, kuat, modern, dan disegani di kawasan," tulis Prabowo dalam sambutannya.

Salah satu rencananya ialah pembelian F-15 Eagle II dan Rafale.

"Alhamdulillah, banyak negara sahabat yang mendukung diplomasi pertahanan saya, seperti Amerika Serikat yang menawari pesawat tempur yang baru diakuisisinya, yaitu F-15EX Eagle II dan Perancis dengan Dassault Rafale Tranche 3 yang merupakan generasi terakhir pesawat tempur jenis ini," tulisnya.

Kini kita tinggal mendukung rencana Menhan Prabowo agar TNI punya asa lebih lagi menghadapi tantangan kedepannya.*


Share: