Alasan variasi tanggal Ramadan setiap tahun adalah karena kalender Islam adalah kalender lunar, tidak seperti kalender Gregorian yang menggunakan kalender surya.
Bangkok, Suarathailand- Ramadan, bulan kesembilan dalam kalender Islam, dianggap sebagai waktu terpenting bagi umat Muslim di seluruh dunia. Bulan ini menandai dimulainya puasa dari subuh hingga matahari terbenam. Selain puasa, umat Muslim juga sangat taat pada salat, permohonan, sedekah, dan amal kebaikan selama bulan ini.
Untuk Ramadan 2026, Kantor Komunitas Muslim Universitas Chulalongkorn mengumumkan bahwa umat Muslim Thailand di seluruh negeri harus mengamati bulan pada hari Rabu, 18 Februari 2026, setelah matahari terbenam.
Mengapa Awal Ramadan Berbeda Setiap Tahun?
Alasan variasi tanggal Ramadan setiap tahun adalah karena kalender Islam adalah kalender lunar, tidak seperti kalender Gregorian yang menggunakan kalender surya.
Setiap bulan lunar memiliki 29 atau 30 hari, sehingga tahun kalender Islam hanya memiliki 354 atau 355 hari, dibandingkan dengan kalender Gregorian yang memiliki 365 atau 366 hari.
Oleh karena itu, awal Ramadan bergeser lebih awal setiap tahunnya. Musim puasa berubah sesuai kalender lunar, dan diperkirakan setiap 33 tahun, Ramadan kembali ke waktu yang sama.
Ramadan ditentukan oleh penampakan bulan.
Tanggal mulai dan berakhirnya Ramadan tidak berdasarkan kalender tetap, melainkan berdasarkan pengamatan bulan setelah matahari terbenam pada malam terakhir bulan Sya'ban, bulan kedelapan dalam kalender Islam.
Jika bulan sabit terlihat pada malam itu, Ramadan dimulai keesokan harinya. Jika bulan tidak terlihat, misalnya karena awan, awal Ramadan ditunda satu hari.
Selain itu, penampakan bulan dapat bervariasi di berbagai wilayah, artinya beberapa negara mungkin memulai puasa lebih awal atau lebih lambat daripada negara lain.
Apa yang Terjadi Ketika Ramadan Tidak Jatuh pada Tanggal yang Sama Setiap Tahun?
Karena Ramadan bergeser setiap tahun menurut kalender Gregorian, beberapa tahun Ramadan jatuh pada musim panas, ketika jam siang hari lebih panjang, sehingga membutuhkan puasa yang lebih lama.
Bahkan ada laporan beberapa negara berpuasa selama 18-20 jam. Demikian pula, beberapa tahun Ramadan jatuh pada musim dingin, ketika jam siang hari lebih pendek dari biasanya.
Selain itu, umat Islam harus beradaptasi dengan perubahan tanggal Ramadan setiap tahunnya, baik dalam hal pekerjaan, studi, maupun kegiatan sosial.
Meskipun tanggal puasa berubah setiap tahun, iman dan spiritualitas umat Islam yang menjalankan prinsip-prinsip keagamaan selama Ramadan tetap konsisten. Ini adalah waktu penting untuk praktik keagamaan, melakukan amal kebaikan, dan membangun hubungan baik dengan orang-orang di masyarakat.




