>Malaysia mendesak reformasi PBB agar kuasa hak veto tidak bisa digunakan secara sewenang-wenang.
>Apa gunanya 160 negara menyatakan dukungan membuat resolusi bersama, tapi akhirnya diveto satu negara dalam PBB.
Kuala Lumpur, Suarathailand- Bernama melaporkan Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan menyatakan Malaysia sudah letih dengan penggunaan hak veto yang dinilai “sewenang-wenang” dalam setiap pembahasan terkait penyelesaian isu Palestina di forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
“Di PBB jelas sekali saya katakan Malaysia sudah letih, we are really tired of it, karena kita tidak mau lagi keadaan ini terus-menerus,” ujar Mohamad Hasan di Parlimen Malaysia, Selasa.
Menlu Hasan menyatakan Malaysia mendesak reformasi PBB agar kuasa hak veto tidak bisa digunakan secara sewenang-wenang.
Hasan menyatakan dalam Sidang Umum Ke-81 PBB September 2026, sedikitnya 160 dari 193 negara anggota PBB telah resmi mengakui Palestina sebagai negara. Namun hal tersebut seolah menjadi sia-sia karena adanya hak veto.
“Apa gunanya 160 negara menyatakan dukungan membuat resolusi bersama, tapi akhirnya diveto satu negara dalam PBB,” kata Mohamad Hasan.
“Resolusi kita lakukan, tapi diveto Amerika Serikat, diveto sekutu Israel,” tambahnya.
Dia menegaskan perlu adanya penyekatan terhadap penggunaan sewenang-wenang kuasa hak veto di forum PBB, khususnya terhadap kejahatan genosida dan lainnya. (Foto: Dok sidang di PBB)



