Badan ini akan mengawasi 114 pos pemeriksaan perbatasan di seluruh Malaysia secara bertahap.
Kuala Lumpur, Suarathailand Menteri Dalam Negeri Malaysia Saifuddin Nasutian Ismail mengatakan Malaysia telah membentuk Badan Kontrol dan Perlindungan Perbatasan, sebuah badan yang secara khusus mengawasi kontrol perbatasan.
Langkah tersebut menegaskan kembali komitmen pemerintah di bawah Perdana Menteri Anwar Ibrahim untuk menciptakan kerangka kerja kontrol perbatasan yang efektif.
Badan Kontrol dan Perlindungan Perbatasan akan menggabungkan fungsi kontrol perbatasan di titik masuk dan keluar internasional Malaysia menjadi satu badan, tidak seperti pengaturan multi-badan saat ini. Ismail mengatakan tindakan tersebut terkait dengan keamanan nasional, dan kontrol perbatasan akan membantu mencegah berbagai risiko, seperti risiko senjata ilegal dan kejahatan transnasional.
Ismail mengatakan Badan Kontrol dan Perlindungan Perbatasan akan mengawasi 114 pos pemeriksaan perbatasan di seluruh Malaysia secara bertahap.
Tahap pertama akan meliputi sekitar 22 pos pemeriksaan, termasuk pos pemeriksaan tersibuk di Malaysia, sebagian besar di Johor Link dan Jembatan Kedua yang menghubungkan Malaysia dengan negara tetangganya, Singapura.




