KRC memperkirakan warga Thailand akan melakukan 120 juta perjalanan domestik, naik 39% dari tahun lalu.
Thailand menyambut 6,7 juta pengunjung internasional tahun lalu, menurut Kementerian Pariwisata dan Olahraga Thailand.
Jika dibandingkan dengan 2019, total pengunjung internasional turun 83,21% dari 39,9 juta. Penghasilan total juga turun 82% dari 1,6 miliar baht menjadi 332 juta baht.
Kelompok pengunjung terbesar berasal dari Tiongkok (1,25 juta wisatawan), turun 88,63% dari 10,99 juta pada 2019. Kelompok terbesar kedua berasal dari Malaysia (619.451 pengunjung), diikuti oleh Rusia (587.167), Laos (380.917) dan Jepang ( 320.331).
Urutan keenam adalah pengunjung dari India (261.778), diikuti oleh Korea Selatan (260.228), Prancis (236.527), Jerman (230.598) dan Inggris (221.392).
Menurut kementerian, sebagian besar wisatawan datang selama kuartal pertama tahun lalu, sebelum negara itu ditutup karena Covid-19. Sebagai bagian dari pembatasan untuk membatasi kedatangan internasional selama kuartal ketiga dan keempat, sebagian besar pengunjung adalah mereka yang memiliki visa turis khusus, visa bisnis, atau merupakan bagian dari skema kartu Thailand Elite.
Untuk tahun ini, kementerian sebelumnya memperkirakan jumlah total turis internasional akan meningkat menjadi 10 juta sebelum merevisi target menjadi 5 juta setelah munculnya gelombang kedua pandemi di Thailand.
Menurut Kasikorn Research Center (KRC), perjalanan domestik akan memainkan peran penting bagi industri pariwisata tahun ini.
Menurut Kasikorn Research Center (KRC), perjalanan domestik akan memainkan peran penting bagi industri pariwisata tahun ini. KRC memperkirakan orang Thailand akan melakukan 120 juta perjalanan domestik, naik 39% dari tahun lalu. Total pengeluaran bisa mencapai 660 miliar baht.
Namun, jika keadaan tidak sesuai perkiraan atau jika negara menghadapi gelombang Covid-19 lain, kelompok infeksi baru, atau situasi yang tidak mengarah pada penguncian total, warga Thailand kemungkinan akan melakukan 90 juta perjalanan domestik pada tahun 2021, naik 4,3%. Dalam hal ini, pengeluaran bisa mencapai sekitar 500 miliar baht. (Bangkok Post)




