Kecerdasan buatan dan semikonduktor adalah medan pertempuran utama, dengan pembicaraan yang mencakup kontrol ekspor AS terhadap chip canggih dan kekhawatiran atas penggunaan teknologi AI Amerika oleh China.
Beijing, Suarathailand- Diskusi tentang perdagangan akan berfokus pada perpanjangan gencatan senjata yang ada dan dorongan AS agar China membeli lebih banyak barang Amerika, seperti pesawat Boeing, kedelai, dan daging sapi.
Kecerdasan buatan dan semikonduktor adalah medan pertempuran utama, dengan pembicaraan yang mencakup kontrol ekspor AS terhadap chip canggih dan kekhawatiran atas penggunaan teknologi AI Amerika oleh China.
Status Taiwan adalah topik yang sangat sensitif, dengan diskusi yang diperkirakan akan mencakup kebijakan AS dan potensi penjualan senjata senilai $14 miliar ke pulau tersebut, yang ditentang oleh China.
Kunjungan Presiden AS Donald Trump ke China dipantau sebagai ujian penting apakah dua ekonomi terbesar di dunia dapat menstabilkan hubungan setelah bertahun-tahun konfrontasi.
Trump dijadwalkan tiba di Beijing pada hari Rabu (13 Mei 2026) untuk melakukan pembicaraan dengan Presiden China Xi Jinping, menjadikannya pemimpin AS pertama dalam hampir satu dekade yang melakukan kunjungan resmi ke China.
KTT ini berlangsung di tengah perhatian global yang tetap tertuju pada perang Iran, ketegangan perdagangan, kecerdasan buatan, Taiwan, dan kendali China atas pasokan logam tanah jarang.
Pertemuan ini dipandang sebagai upaya untuk memperbaiki hubungan, tetapi latar belakangnya tetap berupa persaingan strategis yang mendalam. Para pejabat dan analis memperkirakan beberapa isu utama akan mendominasi pembicaraan dua hari tersebut.
Perang Iran menguji sikap damai China
Perang Iran diperkirakan akan menjadi salah satu isu paling sensitif dalam agenda, karena Trump menghadapi tekanan untuk mengakhiri konflik yang telah mendorong kenaikan harga energi dan mengguncang ekonomi global.
Washington diperkirakan akan menekan Beijing terkait hubungan dekatnya dengan Teheran. China adalah pelanggan minyak terbesar Iran dan juga telah menawarkan dukungan diplomatik kepada Iran secara internasional, yang menyebabkan para pejabat AS berpendapat bahwa uang China telah membantu Teheran mengatasi sanksi.
Amerika Serikat sebelumnya telah menjatuhkan sanksi kepada beberapa perusahaan China yang dituduh membeli minyak Iran atau memberikan informasi satelit terkait pangkalan militer AS kepada Iran.
Trump juga menyatakan bahwa AS mendeteksi sebuah kapal yang mungkin membawa senjata atau dukungan militer dari China ke Iran, sebuah klaim yang ditolak oleh Kementerian Luar Negeri China.
China telah menolak sanksi AS, dengan mengatakan kepada perusahaan-perusahaan China untuk tidak mematuhi langkah-langkah yang terkait dengan minyak Iran.
Beijing juga menggunakan undang-undang tahun 2021 yang dirancang untuk melindungi perusahaan-perusahaan China dari peraturan asing yang dianggap tidak adil.
Hiroshi Nakanishi, seorang profesor politik internasional di Universitas Kyoto, mengatakan bahwa tanpa kesepakatan komprehensif, pertanyaan tentang bagaimana mengakhiri perang Iran akan menjadi salah satu isu utama di Beijing.
Bagi China, insentifnya beragam: mereka menginginkan stabilitas di Timur Tengah dan jalur pelayaran yang terbuka, tetapi analis mengatakan fokus AS yang berkepanjangan pada Teluk Persia juga dapat menguntungkan Beijing secara strategis.
Gencatan senjata perdagangan kemungkinan akan diperpanjang
Perdagangan adalah isu sentral lainnya. Meskipun kedua pihak telah melakukan gencatan senjata sementara sejak Oktober lalu, sebagian besar tarif tetap berlaku.
Setelah kembali ke Gedung Putih, Trump kembali menaikkan tarif barang-barang China, yang mendorong China untuk membalas.
Kedua pihak kemudian meredakan beberapa ketegangan dengan mengurangi tarif tertentu dan menunda beberapa kontrol ekspor, termasuk langkah-langkah yang terkait dengan logam tanah jarang China.
Oleh karena itu, pertemuan di Beijing diperkirakan akan fokus pada perpanjangan gencatan senjata perdagangan untuk mencegah ketegangan meningkat kembali.
Namun, ketidakpercayaan tetap tinggi. China telah berulang kali mengkritik tarif AS, sementara pemerintahan Trump terus menyelidiki praktik perdagangan China, yang dapat membuka pintu bagi tarif lebih lanjut.
Salah satu bidang kerja sama yang berkembang adalah fentanyl. Trump sebelumnya menggunakan isu ini untuk membenarkan tarif 10% pada barang-barang China, yang kemudian dinaikkan menjadi 20%, untuk menekan Beijing agar membatasi produksi dan ekspor prekursor narkoba.
Dua hari sebelum kedatangan Trump, China mengumumkan bahwa mereka telah bekerja sama dengan AS untuk membongkar jaringan narkoba transnasional, sebuah langkah yang dilihat sebagai sinyal positif.




