KPK akan menggandeng Kementerian Pertahanan (Kemenhan) dalam melakukan pembinaan.
Sebanyak 24 dari 75 pegawai KPK yang tak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) dibina. KPK akan menggandeng Kementerian Pertahanan (Kemenhan) dalam melakukan pembinaan.
"Jadi ada proses pembinaan, dan kami akan bekerja sama dengan Kemenhan untuk lakukan pembinaan bela negara dan wawasan kebangsaan," kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron pada konferensi pers di gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat (28/5/2021).
TWK Tak Jadi Rujukan Utama
Ghufron menegaskan hasil TWK tidak menjadi rujukan utama dalam mengangkat pegawai KPK sebagai ASN. Menurutnya, ada sejumlah faktor yang dijadikan parameter alih status pegawai KPK menjadi ASN
"Memang sudah ditegaskan bahwa, tolong dikutip dengan tepat ya. Pendapat kami bahwa tidak serta-merta hasil TWK menjadi dasar untuk kemudian pengangkatan atau peralihan pegawai KPK ke ASN, jadi tidak serta-merta," kata Ghufron.
"Kami tidak menjadi serta-merta kemudian TWK itu hasilnya kemudian dijadikan dasar satu-satunya," sambungnya.
Ghufron mengatakan KPK dengan pihak terkait sempat mengkaji kembali soal indikator yang menjadi dasar pegawai KPK yang tidak lolos TWK. Akhirnya KPK dan yang lainnya berusaha untuk bagaimana caranya 75 pegawai itu tetap lolos.
"Pada tanggal 25 Mei kemarin, bersama Kumham, KemenPAN-RB, BKN, KASN (Komisi Aparatur Sipil Negara), dan LAN (Lembaga Aparatur Negara), kami kemudian me-review ulang, apa sih sebenarnya indikator-indikator yang menjadi dasar pegawai KPK jadi TMS (tidak memenuhi syarat).
Kami tidak pernah melihat nama, tapi indikatornya yang kami lihat bersama untuk kami kemudian, supaya bisa kemudian, supaya tidak jadi 75. Harapannya 75 itu bisa kembali menjadi ASN semuanya, itu yang kami perjuangkan," ucapnya. (Detik)




