Korea Utara Soroti Proliferasi Nuklir AS, Bisa Picu Bencana

"AS berencana melanjutkan kembali uji coba ledakan nuklir dengan dalih 'persaingan yang adil', sembari membentuk opini publik dunia mengenai 'uji coba nuklir' di negara-negara lain."


Pyongyang, Suarathailand- KCNA melaporkan Korea Utara menuduh pembangunan kekuatan nuklir Amerika Serikat serta upaya penyebaran senjata dan teknologi nuklir dapat menghancurkan tatanan nuklir internasional dan mendorong dunia ke ambang bencana nuklir yang dahsyat.

Kemenlu Korut menyatakan bila tindakan penyebarluasan nuklir yang gegabah oleh AS dibiarkan terus berlanjut, 'kotak Pandora' akan terbuka sepenuhnya dan umat manusia akan menghadapi bencana nuklir yang mengerikan.

Kementerian Luar Negeri Korea Utara menuduh AS sebagai "pelaku utama proliferasi vertikal" karena mengabaikan kewajiban pelucutan senjata nuklirnya, meningkatkan potensi nuklirnya sendiri, serta berbagi teknologi nuklir dengan sekutunya, khususnya negara-negara mitra AUKUS, yakni Australia dan Inggris.

Kementerian tersebut menyatakan Washington juga berupaya melibatkan sekutu lainnya, termasuk Jepang, Korea Selatan, Selandia Baru, dan Kanada.

"AS berencana melanjutkan kembali uji coba ledakan nuklir dengan dalih 'persaingan yang adil', sembari membentuk opini publik dunia mengenai 'uji coba nuklir' di negara-negara lain."

Korut menuding rencana itu semata-mata didorong niat untuk menyeret pesaing strategisnya ke dalam pusaran perlombaan senjata nuklir dan mewujudkan percepatan drastis pembangunan kekuatan nuklir.

Kementerian tersebut juga menuduh AS mengerahkan aset serangan nuklir di wilayah negara lain, mengembangkan mekanisme kerja sama nuklir dengan Korea Selatan, serta memasukkan komponen nuklir dalam "pencegahan yang diperluas" yang diberikan kepada Jepang.

"AS telah menyusun strategi nuklir baru yang mengatur penggunaan senjata nuklir taktis dengan secara drastis menurunkan batasan penggunaan senjata nuklir," demikian dokumen tersebut.

Menurut Korut, hal tersebut menunjukkan bahwa senjata nuklir tersebut bukan sekadar 'sarana pencegahan' yang disediakan untuk tujuan 'menghilangkan ancaman' dari negara-negara musuh, tetapi senjata untuk perang aktual yang akan digunakan di medan pertempuran dalam keadaan darurat.

Kemlu Korut mengatakan persetujuan AS terhadap Korea Selatan untuk memiliki kapal selam bertenaga nuklir merupakan bukti lain dari proliferasi teknologi nuklir model AUKUS.

Menurut kementerian itu, hal tersebut dapat menambah faktor ketidakstabilan baru terhadap situasi militer dan politik di kawasan Asia-Pasifik.


Share: