Pernyataan ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump menjamu Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba di Gedung Putih pada 7 Februari.
Pyongyang, Suarathailand- Korea Utara mengatakan senjata nuklirnya tidak dimaksudkan untuk negosiasi tetapi dimaksudkan untuk penggunaan tempur melawan musuh yang mengancam rakyatnya dan perdamaian dunia, seperti dilaporkan media pemerintah Korut KCNA.
Pernyataan itu muncul setelah Presiden AS Donald Trump menjamu Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba di Gedung Putih pada 7 Februari. Kedua pemimpin itu menyatakan komitmen mereka untuk memastikan bahwa Korea Utara mengakhiri program senjata nuklirnya.

Kantor berita pemerintah Pyongyang KCNA tidak menyebutkan pertemuan antara para pemimpin AS dan Jepang, tetapi malah mengutip komentar yang dilaporkan oleh pejabat NATO dan Uni Eropa yang menegaskan kembali tuntutan untuk denuklirisasi penuh Korea Utara.
"Kami katakan ini dengan jelas lagi: Senjata nuklir kami bukanlah iklan untuk mendapatkan pengakuan siapa pun dan apalagi alat tawar-menawar untuk ditukar dengan sejumlah uang," kata KCNA dalam sebuah laporan.
“Angkatan nuklir kita digunakan untuk pertempuran tanpa henti guna segera melenyapkan segala upaya oleh pasukan musuh yang melanggar kedaulatan negara kita dan keselamatan rakyat kita serta mengancam perdamaian dunia,” katanya. REUTERS




