Korea Utara mengecam latihan gabungan ini dan sebut latihan ini sebagai persiapan invasi ke utara.
Seoul, Suarathailand- Korea Selatan (Korsel) dan Amerika Serikat (AS), Senin, memulai latihan militer gabungan, sehingga makin meningkatkan ketegangan regional di tengah kekhawatiran dari negara-negara tetangga.
Latihan militer tahunan pada musim semi yang dinamai Freedom Shield (FS) itu akan berlangsung selama 11 hari hingga 19 Maret 2026, menurut Kepala Staf Gabungan Korsel.
Selama aktivitas tersebut, sebanyak 22 latihan lapangan yang melibatkan manuver tentara langsung akan dilaksanakan.
Jumlah latihan lapangan itu dipangkas menjadi kurang dari setengah dibandingkan latihan FS pada Maret 2025, yang mencerminkan sikap pemerintah untuk menyebarkan manuver semacam itu sepanjang tahun.
Seoul dan Washington menegaskan bahwa latihan gabungan itu bersifat defensif, tetapi Korea Utara mengecamnya sebagai latihan persiapan invasi ke utara.



