Tim penyelamat di Nepal terus berupaya mencari korban selamat, namun upaya mereka terkendala oleh rusaknya akses jalan di banyak wilayah.
Nepal, Suarathailand- NHK melaporkan total 750 orang dipastikan tewas akibat banjir bandang di perbatsan China dan Nepal. Ribuan orang lainnya masih dinyatakan hilang.
Pihak berwenang Nepal menyatakan bahwa 734 orang tewas dan 2.498 orang belum diketahui keberadaannya, termasuk lima warga negara Jepang. Di sisi perbatasan Tiongkok, media pemerintah melaporkan 16 orang tewas dan 546 orang belum diketahui keberadaannya.
NHK mewawancarai seorang penyintas yang sedang bekerja di kantor bea cukai di Distrik Rasuwa, Nepal tengah, saat bencana itu terjadi.
Pria berusia 40-an tahun itu mengatakan bahwa ia tiba-tiba merasakan guncangan kuat seperti gempa bumi, lalu melihat sesuatu yang menyerupai gelombang mendekat dari luar jendela.
Ia mengevakuasi diri ke arah lereng bukit di belakang kantor, dan banjir mencapai bangunan tersebut dalam waktu satu menit. Ia selamat karena berhasil pindah ke tempat yang lebih tinggi, namun 15 rekannya masih belum diketahui keberadaannya.
Ia menuturkan bahwa ia mengambil keputusan secara naluriah dalam waktu 10 detik mengenai ke mana harus berlari, dan tindakan itu berhasil menyelamatkan nyawanya.
Tim penyelamat di Nepal terus berupaya mencari korban selamat, namun upaya mereka terkendala oleh rusaknya akses jalan di banyak wilayah.
Banyak orang diperkirakan masih terjebak di dalam terowongan dan area lain di sebuah pembangkit listrik tenaga air. Pihak berwenang berencana melakukan operasi penyelamatan di lokasi tersebut dengan bantuan ahli dari luar negeri, termasuk dari Tiongkok. Mereka juga harus mewaspadai kemungkinan bencana susulan, mengingat hujan diperkirakan masih akan turun secara berkala di wilayah tersebut pada hari Minggu.




