Angkatan Udara Kerajaan Thailand menyatakan serangan udara hanya menargetkan lokasi militer Kamboja, menekankan pentingnya pertahanan diri, kepatuhan terhadap hukum internasional, dan perlindungan warga sipil.
Bangkok, Suarathailand- Angkatan Udara Kerajaan Thailand (RTAF) telah mengeluarkan pernyataan mengenai operasi udaranya yang hanya menargetkan instalasi militer di wilayah Kamboja. Semua misi direncanakan dan dilaksanakan sesuai dengan protokol keamanan dan hukum internasional yang relevan, dengan prioritas tertinggi pada pencegahan bahaya bagi warga sipil.
Marsekal Udara Jackkrit Thammavichai, Juru Bicara RTAF, mengungkapkan operasi tersebut dilakukan bersama dengan Satuan Tugas Suranaree sebagai tanggapan atas tindakan militer Kamboja yang menimbulkan ancaman langsung terhadap keamanan nasional Thailand, keselamatan penduduk di wilayah perbatasan, dan personel Thailand yang beroperasi di wilayah tersebut.
Berdasarkan penilaian operasional, Kamboja telah memobilisasi persenjataan berat, menempatkan kembali unit-unit tempur, dan menyiapkan elemen-elemen pendukung tembakan—kegiatan yang dapat meningkatkan eskalasi operasi militer dan menimbulkan ancaman bagi wilayah perbatasan Thailand. Perkembangan ini mendorong penggunaan kekuatan udara untuk mencegah dan mengurangi kemampuan militer Kamboja ke tingkat minimum yang diperlukan guna menjaga keamanan nasional dan melindungi warga sipil.
RTAF menekankan bahwa semua misi dilaksanakan dengan hati-hati, hanya menargetkan infrastruktur militer, depot senjata, pusat komando, dan rute logistik yang dinilai sebagai ancaman langsung. Penilaian pascaserangan dilakukan untuk memastikan kepatuhan terhadap standar internasional yang mengatur hak membela diri berdasarkan Piagam PBB, serta prinsip-prinsip kebutuhan dan proporsionalitas.
RTAF menegaskan kembali komitmennya untuk melindungi nyawa dan harta benda warga sipil, dan untuk memastikan bahwa semua tindakan tetap didasarkan pada pertimbangan keamanan nasional sambil meminimalkan risiko yang tidak perlu.
Angkatan Udara lebih lanjut menyatakan bahwa mereka akan terus beroperasi secara bertanggung jawab dan akan menanggapi ancaman terhadap kedaulatan Thailand dan keselamatan rakyatnya, dengan tujuan utama menjaga stabilitas regional dan mencegah eskalasi lebih lanjut. (Kantor Juru Bicara Angkatan Udara Kerajaan Thailand, 8 Desember 2025)




